MAJENE – Tumpukan sampah yang mencemari kawasan sekitar Jalan Hertasning, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, kembali menjadi sorotan publik.
Alasannya, sampah yang dibiarkan menumpuk di area tersebut sudah berlangsung selama beberapa waktu, menyebabkan bau tak sedap yang mengganggu warga dan pengguna jalan.
Pada Minggu, 26 Januari 2025, beberapa warga setempat mengungkapkan keluhan mereka terkait masalah tersebut yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang.
Tumpukan sampah tersebut terletak di jalur menurun yang berada di perbatasan antara Kelurahan Lembang dan Labuang, Kecamatan Banggae Timur.
Lokasi yang rawan sampah ini sering kali menjadi tempat pembuangan sampah ilegal, meski sudah ada sejumlah upaya untuk menanggulanginya.
Salah seorang pengguna jalan, Udin, yang ditemui di lokasi kejadian, mengatakan bahwa masalah ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Sudah berulang kali sampah dibuang dan bertumpuk di tempat ini, Pak. Harusnya ini jadi perhatian petugas kebersihan, karena dampaknya bukan hanya bau, tapi juga bisa mengganggu kesehatan,” ujar Udin kepada awak media kilassulbar.id.
Menurut Udin, bau busuk yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut mengganggu baik warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas. Apalagi, kondisi ini terjadi di area yang cukup padat aktivitasnya, yang menyebabkan kenyamanan warga terganggu setiap hari.
Selain itu, tumpukan sampah ini juga menimbulkan potensi gangguan kesehatan bagi warga sekitar.
Sampah yang dibiarkan menumpuk, terutama sampah organik, dapat menjadi sarang bagi berbagai jenis penyakit, seperti penyakit yang ditularkan melalui vektor, termasuk lalat dan tikus yang bisa menyebarkan kuman penyakit.
Pemilik lahan di sekitar lokasi pun telah berupaya untuk mencegah hal ini dengan memasang beberapa patok yang berisi peringatan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Namun, upaya tersebut seakan sia-sia.
“Kami sudah memasang patok peringatan di sekitar lokasi, tapi tetap saja ada yang membuang sampah di sini. Sepertinya kurangnya pengawasan membuat hal ini terus berulang,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pemandangan tumpukan sampah ini jelas mencoreng keindahan lingkungan dan mengganggu kesehatan warga sekitar. Hal ini pun menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani oleh pihak berwenang, baik pemerintah daerah maupun dinas kebersihan setempat.
Warga berharap agar ada tindakan tegas untuk mengatasi masalah pembuangan sampah sembarangan ini, baik dengan meningkatkan pengawasan, edukasi kepada masyarakat, maupun menyediakan fasilitas tempat sampah yang memadai.
Selain itu, kerja sama antara warga dan pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Di tengah keluhan warga, harapan agar Majene dapat menjadi kota yang lebih bersih dan sehat tetap mengemuka.
Kini, tinggal bagaimana langkah konkret yang akan diambil oleh pihak terkait untuk menangani permasalahan ini secara menyeluruh demi kenyamanan dan kesehatan warga Majene.














