PASANGKAYU – Sejumlah lapak pedagang di Pasar Smart Pasangkayu porak-poranda usai dihantam angin kencang, Jumat (27/2/2026) pagi.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 08.30 WITA, deretan lapak yang berdiri di bagian depan Pasar Smart, tepat di tepi jalan utama Kelurahan Pasangkayu, tampak rusak parah.
Tenda-tenda berwarna biru dan oranye yang sebelumnya berdiri rapi, roboh dan terlipat, sebagian rangkanya patah diterjang angin.
Terpal beterbangan dan tersangkut di tiang listrik maupun pohon di sekitar pasar.
Meja-meja kayu bergeser dari posisi semula, bahkan ada yang terbalik.
Peti-peti buah berserakan di atas aspal yang masih basah oleh hujan.
Mayoritas dagangan yang terdampak adalah buah dan sayur.
Tomat, cabai, kol, sawi, hingga pisang dan jeruk tampak bercampur dengan genangan air dan lumpur.
Beberapa pedagang terlihat memunguti dagangan yang masih bisa diselamatkan, sementara lainnya hanya terduduk lemas menyaksikan lapaknya hancur.
Suasana di lokasi sempat dipenuhi suara tangisan dan teriakan panik.
Sejumlah pedagang perempuan terlihat menutup wajahnya dengan tangan, menahan tangis.
Anak-anak yang ikut bersama orang tuanya tampak ketakutan dan berlindung di dalam bangunan pasar.
Angin kencang disebut datang secara tiba-tiba. Langit yang sejak pagi terlihat mendung pekat berubah semakin gelap, disusul hembusan angin yang makin lama makin kuat.
Andi, salah satu pedagang buah, mengatakan angin kencang mulai terasa sejak pukul 07.00 WITA.
“Awalnya cuma angin biasa, tapi lama-lama makin kencang sekali. Tenda langsung terangkat, tidak bisa kami tahan,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi.
Menurutnya, angin berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 WITA dan disertai hujan deras yang mengguyur kawasan pasar.
“Hujannya deras sekali, air masuk ke lapak. Buah-buah banyak yang jatuh dan rusak. Kami cuma bisa selamatkan sedikit,” tambahnya dengan nada sedih.
Beberapa pedagang dibantu warga sekitar mencoba menegakkan kembali rangka tenda yang masih utuh.
Sementara yang rusak parah dikumpulkan di satu sisi jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang masih membersihkan sisa-sisa kerusakan dan menghitung kerugian akibat peristiwa tersebut.
Belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah.














