Himapri Unsulbar Gelar LKTI Nasional, Mahasiswa Adu Gagasan Akuakultur Berkelanjutan di Majene

  • Bagikan

Majene – Semangat inovasi dan kepedulian terhadap masa depan sektor perikanan mewarnai pelaksanaan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Himpunan Mahasiswa Perikanan (Himapri) Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema besar “Akuakultur Berkelanjutan Sebagai Implementasi Nature Based Solution”, dan sukses menghadirkan puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

google.com, pub-7941799445187426, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Melalui siaran pers yang diterima tim redaksi, panitia menyampaikan bahwa lomba berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Kampus Padha-Padhang Unsulbar, Tande Timur, Kabupaten Majene. Kehadiran peserta dari luar daerah menjadi bukti bahwa kegiatan ilmiah yang diinisiasi mahasiswa Unsulbar mulai mendapat perhatian luas di tingkat nasional.

Ketua Panitia LKTI, Arsyad, menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang strategis bagi mahasiswa untuk melahirkan ide-ide kreatif dalam menjawab tantangan sektor perikanan yang semakin kompleks, terutama di tengah ancaman krisis iklim, kerusakan ekosistem, dan tuntutan produksi pangan berkelanjutan.

“LKTI ini penting karena menjadi wadah lahirnya gagasan kreatif mahasiswa untuk mencari solusi nyata atas persoalan perikanan dan akuakultur. Ada dua sesi lomba, yaitu Essay dan Poster, dan alhamdulillah berjalan lancar atas dukungan civitas akademika Fapetkan,” ungkap Arsyad.

Panitia menyebutkan, sebanyak 14 peserta hadir langsung dalam even ilmiah tersebut. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi, tidak hanya dari Unsulbar, namun juga dari sejumlah kampus ternama lainnya seperti Universitas Mataram (NTB), Universitas Halu Oleo Kendari (Sultra), serta Politeknik Pertanian (Politani) Pangkep (Sulsel).

Kehadiran peserta lintas provinsi itu turut menambah atmosfer kompetisi sekaligus memperkaya pertukaran wawasan antar mahasiswa, khususnya terkait pendekatan teknologi dan lingkungan dalam sistem budidaya perikanan modern.

Dosen Pembina Kemahasiswaan Fapetkan Unsulbar, Rahmat Januar Noor, M.Si, mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan LKTI dengan skala nasional merupakan prestasi tersendiri bagi organisasi mahasiswa, sekaligus mencerminkan kesiapan mahasiswa Unsulbar bersaing secara akademik dengan kampus-kampus lain.

“Melihat motivasi para mahasiswa berlomba, saya optimis potensi mereka akan berkembang lebih jauh. Ide yang ditampilkan juga kreatif dan memiliki relevansi dengan kebutuhan sektor perikanan saat ini,” kata Rahmat, yang juga dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa Universitas Hasanuddin.

Sementara itu, pihak Program Studi Perikanan Unsulbar menilai bahwa LKTI seperti ini memiliki dampak positif bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk institusi. Prodi menyebut, banyak gagasan inovatif yang muncul dari peserta, mulai dari pengembangan teknologi budidaya hingga pendekatan ilmiah berbasis keberlanjutan.

Beberapa topik yang menjadi sorotan dalam karya peserta antara lain penerapan bioflok, penggunaan sistem resirkulasi (RAS), pengembangan akuakultur berbasis Internet of Things (IoT), hingga inovasi pada aspek genetik dalam budidaya ikan.

Ketua Program Studi Perikanan Unsulbar, Firmansyah, M.Si, menegaskan bahwa lomba ini menjadi momentum strategis untuk membangun budaya ilmiah mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik antar perguruan tinggi.

“Yang sangat strategis dari lomba ini adalah mahasiswa bukan hanya berkompetisi, tetapi juga membangun jejaring lintas universitas untuk kolaborasi riset di masa depan. Ini modal penting untuk penguatan kualitas SDM perikanan Indonesia,” ujar Firmansyah.

Selain itu, LKTI juga dinilai memberi manfaat langsung dalam peningkatan kemampuan akademik mahasiswa, terutama dalam aspek berpikir ilmiah. Melalui kompetisi ini, mahasiswa terlatih untuk mengidentifikasi masalah secara tajam, menyusun argumen berdasarkan data, serta menawarkan solusi berbasis riset yang aplikatif.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga memperkuat literasi akademik mahasiswa, terutama dalam kemampuan penulisan ilmiah yang sesuai standar jurnal. Hal ini dianggap sangat penting karena akan membantu mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir maupun skripsi.

Dengan suksesnya pelaksanaan LKTI Nasional ini, Himapri Unsulbar membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya menjadi peserta dalam dunia pendidikan tinggi, melainkan juga mampu menjadi penggerak inovasi dan diskursus ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa akuakultur berkelanjutan bukan sekadar konsep, tetapi harus diterjemahkan melalui ide, penelitian, dan aksi nyata yang dimulai dari kampus, oleh mahasiswa, untuk masa depan perikanan Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *