FIKES Unsulbar Resmi Buka Asesmen Lapangan Prodi Sarjana Terapan Terapi Gigi, Target Jadi Unggulan Kesehatan 2040

  • Bagikan

MAJENE – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melalui Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) resmi membuka kegiatan asesmen lapangan untuk Program Studi Sarjana Terapan Terapi Gigi. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat FIKES Unsulbar pada Senin, 11 Mei 2026, dan dijadwalkan berjalan selama tiga hari ke depan sebagai bagian penting dari proses akreditasi program studi.

google.com, pub-7941799445187426, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pembukaan asesmen lapangan ini menjadi momentum strategis bagi FIKES Unsulbar untuk membuktikan kesiapan akademik, kualitas kurikulum, serta kelayakan sarana dan prasarana yang dimiliki dalam mendukung pengembangan pendidikan kesehatan gigi di Sulawesi Barat.

Dua asesor hadir langsung dalam proses penilaian tersebut, yakni Prof. Dr. drg. Diyah Fatmasari, M.SDc dan Eldarita, S.Si.T, MSDc. Kehadiran tim asesor ini bertujuan untuk melakukan evaluasi komprehensif, mulai dari tata kelola program studi, sistem pembelajaran, sumber daya manusia, hingga fasilitas penunjang pendidikan yang menjadi penentu mutu lulusan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar, Dr. Habibi, SKM., M.Kes, menegaskan komitmen besar FIKES dalam mendorong penguatan pendidikan kesehatan yang unggul dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Habibi menyampaikan bahwa FIKES Unsulbar memiliki visi besar untuk menjadi institusi unggulan di bidang kesehatan pada tahun 2040. Target tersebut, kata dia, tidak hanya sekadar slogan, melainkan arah pembangunan fakultas yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menjawab tantangan kesehatan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“FIKES menargetkan menjadi institusi unggulan di bidang kesehatan pada tahun 2040. Fokus kami adalah bagaimana pendidikan yang dikembangkan mampu menjawab persoalan kesehatan di daerah, sekaligus memberi kontribusi di tingkat nasional hingga global,” ujar Habibi.

Ia juga menjelaskan bahwa pendirian Program Studi Sarjana Terapan Terapi Gigi lahir dari realitas kebutuhan tenaga kesehatan gigi di Sulawesi Barat yang masih tinggi. Rasio tenaga kesehatan gigi yang belum ideal masih menjadi tantangan besar, terutama dalam pelayanan dasar di wilayah terpencil, pesisir, hingga daerah yang sulit dijangkau.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat keberadaan program studi ini menjadi sangat penting, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, tetapi juga untuk memperkuat pelayanan promotif dan preventif yang selama ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat.

Habibi menilai lulusan Terapi Gigi nantinya diharapkan menjadi ujung tombak edukasi kesehatan gigi di puskesmas, sekolah-sekolah, hingga komunitas masyarakat pesisir yang rentan terhadap persoalan kesehatan mulut dan gigi.

“Kami berharap melalui asesmen ini, tim asesor dapat memberikan masukan, kritik, dan rekomendasi terbaik agar program studi ini semakin berkembang. Target kami bukan sekadar nilai akreditasi, tetapi bagaimana menghasilkan lulusan yang mampu menyelesaikan persoalan kesehatan gigi di Sulawesi Barat,” tegasnya.

Habibi juga menambahkan bahwa seluruh civitas akademika FIKES Unsulbar bersikap terbuka terhadap evaluasi yang dilakukan oleh asesor. Ia menilai proses asesmen lapangan merupakan langkah penting dalam membangun budaya perbaikan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar penilaian, tetapi bagian dari pembelajaran institusi untuk terus berbenah. Kami terbuka untuk dievaluasi demi peningkatan kualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si, dalam sambutannya yang didampingi Plt. Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Ruslan, M.Pd, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan asesmen lapangan tersebut.

Rektor menekankan bahwa akreditasi bukan hanya sekadar kewajiban administratif, melainkan indikator penting dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, akreditasi menjadi tolok ukur apakah sebuah program studi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta memiliki daya saing dalam dunia kerja.

Ia menilai asesmen lapangan adalah tahapan krusial yang harus dijalani dengan kesiapan maksimal, karena akan menentukan legitimasi mutu program studi di mata publik dan lembaga penjamin mutu nasional.

“Akreditasi adalah bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Ini bukan hanya soal nilai, tetapi memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan benar-benar kompeten dan siap bersaing,” ujar Rektor.

Rektor juga berharap asesmen lapangan ini menjadi kesempatan bagi Unsulbar untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun pendidikan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi terbaik demi penguatan Program Studi Sarjana Terapan Terapi Gigi. Selain menjadi bagian dari proses akreditasi, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi FIKES Unsulbar untuk memperkuat kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Barat.

Dengan hadirnya program studi ini, Unsulbar diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pengembangan tenaga kesehatan gigi yang profesional, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut di berbagai wilayah.

Editor: Juniardi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *