Bimtek 40 Anggota DPRD Polman di Yogyakarta Tuai Sorotan di Tengah Efisiensi Anggaran

  • Bagikan

POLMAN – Di tengah tantangan defisit anggaran dan instruksi efisiensi yang dihadapi pemerintah daerah, 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjalani Bimbingan Teknis (Bimtek) di Yogyakarta pada 17-18 Februari 2025.

Kegiatan ini mengundang perhatian publik, dengan banyak kalangan yang mempertanyakan urgensi dan dampak keuangan dari acara tersebut.

Bimtek yang dilaksanakan di salah satu hotel di Yogyakarta selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman tugas para anggota DPRD Polman masa bakti 2024-2029.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Polman, Budi Utomo, menjelaskan bahwa acara ini telah dijadwalkan sebelum adanya instruksi efisiensi anggaran.

“Bimtek ini sudah direncanakan sejak awal, dan para anggota dewan sudah berangkat pada Minggu (16/2/2025),” ungkap Budi.

Namun, meskipun tujuannya untuk pengembangan kapasitas, keberadaan Bimtek di luar daerah mendapat sorotan tajam.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Polman, Andi Baraq, mengkritik kegiatan tersebut, menyebutnya sebagai sebuah pemborosan anggaran di tengah kondisi keuangan daerah yang tengah defisit.

Menurut Andi, meskipun pelatihan untuk anggota DPRD sangat penting, pengelolaan anggaran harus dilakukan dengan bijaksana, terutama di saat seperti ini.

“Di tengah defisit anggaran, setiap keputusan yang diambil harus benar-benar dipertimbangkan. Jangan sampai kegiatan yang seharusnya bermanfaat justru menambah beban keuangan daerah,” tegas Andi.

Ia juga menyarankan agar Bimtek bisa diselenggarakan secara daring atau dalam daerah Polman, untuk mengurangi pengeluaran anggaran.

Selain itu, Andi menegaskan bahwa masyarakat Polman berhak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai urgensi, rincian anggaran, dan manfaat dari kegiatan Bimtek ini.

Jika tidak ada transparansi, kritik dan kecurigaan dari masyarakat hanya akan semakin berkembang.

Budi Utomo menyatakan bahwa materi yang diberikan dalam Bimtek tersebut berasal dari kementerian, namun ia tidak mengetahui rincian anggaran yang dikeluarkan.

Seiring dengan isu efisiensi anggaran yang semakin menguat, acara ini terus mendapat perhatian, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.

Kegiatan Bimtek ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam mengelola anggaran di tengah kesulitan keuangan.

Kedepannya, penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar mendukung efisiensi dan kebutuhan daerah tanpa mengorbankan transparansi dan akuntabilitas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *