Warga dan Pengusaha Lokal Keluhkan Pemadaman Listrik di Kawasan Wisata Pantai Dato’ Majene

  • Bagikan

MAJENE – Sejumlah warga dan pengusaha lokal di sekitar kawasan wisata Pantai Dato’, Kelurahan Bautung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Pemadaman yang berlangsung secara berkala ini dinilai menghambat aktivitas masyarakat serta berdampak negatif pada sektor ekonomi, terutama bagi para pelaku usaha yang menggantungkan operasionalnya pada pasokan listrik yang stabil.

Beberapa warga setempat mengungkapkan bahwa pemadaman listrik ini bukan hanya sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi juga menghambat aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang bekerja atau menjalankan usaha dari rumah. 

“Kami kesulitan menjalankan kegiatan, terutama di malam hari. Apalagi, pemadaman ini sering kali terjadi tanpa pemberitahuan yang jelas,” ujar Arjun, salah seorang warga yang terdampak, Kamis 20 Maret 2025.

Tak hanya masyarakat umum, pemadaman listrik ini juga dirasakan dampaknya oleh para pengusaha lokal yang beroperasi di sekitar kawasan wisata Pantai Dato’. 

Banyak dari mereka yang bergantung pada listrik untuk menjalankan bisnis, seperti restoran, kafe, penginapan, dan toko suvenir. 

Pemilik salah satu kafe di kawasan wisata tersebut menyatakan bahwa pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan kerugian finansial.

“Listrik sangat vital bagi usaha kami. Mesin pendingin mati, stok bahan makanan bisa cepat rusak, dan pelanggan tentu tidak nyaman jika listrik terus padam. Kami sangat berharap ada solusi dari PLN agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” kata Edwin Chandra Buana, salah seorang pengusaha di lokasi wisata.

Kawasan Pantai Dato’ merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Majene yang kerap dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. 

Sektor pariwisata di wilayah ini turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, keberlangsungan usaha para pelaku ekonomi di kawasan ini sangat bergantung pada infrastruktur dasar seperti listrik yang stabil dan andal.

Sejumlah warga dan pelaku usaha berharap agar PLN Rayon Majene memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini. 

Mereka meminta agar perusahaan listrik negara tersebut lebih transparan dalam memberikan informasi terkait jadwal pemadaman serta memperbaiki sistem distribusi listrik agar lebih andal.

“Kami mengerti bahwa pemadaman bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti perbaikan jaringan atau gangguan teknis. Namun, jika terjadi terlalu sering dan tanpa pemberitahuan, tentu sangat merugikan kami sebagai warga dan pengusaha,” ujar seorang warga lainnya.

Ke depan, masyarakat berharap PLN Rayon Majene dapat meningkatkan profesionalisme dalam memberikan layanan kelistrikan.

Dengan adanya sistem pemeliharaan yang lebih baik serta komunikasi yang lebih transparan kepada pelanggan, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir sehingga tidak menghambat aktivitas warga maupun perkembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.

Penulis: ArdiEditor: Tim Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *