Sampah Menggunung di Belakang Pasar Smart Pasangkayu, Warga Khawatir Cemari Sungai

  • Bagikan

PASANGKAYU-Tumpukan sampah di belakang Pasar Smart Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, kian menggunung dan menimbulkan bau tak sedap yang menyengat.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Kamis (26/2/2026), sampah terlihat menumpuk memanjang di jalur sempit tepat di samping aliran sungai.

Tumpukan tersebut didominasi sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, daun-daunan, serta limbah pasar lainnya.

Karung-karung besar berwarna merah, putih, dan biru tampak tergeletak bercampur dengan plastik kresek, kardus bekas, dan potongan bambu.

Sebagian sampah bahkan terlihat masih segar, dengan warna sayuran yang belum menghitam sepenuhnya, menandakan baru saja dibuang. Di beberapa titik, sampah terlihat meluber hingga ke bibir sungai.

Saat tumpukan penuh, sebagian material jatuh dan terbawa arus air, mencemari aliran sungai yang berada tepat di samping lokasi pembuangan tersebut.

Bau menyebar mengikuti arah angin dan cukup mengganggu warga maupun pedagang yang beraktivitas di sekitar pasar.

Lalat beterbangan dan hinggap di atas tumpukan sampah, memperparah kondisi lingkungan yang tampak kumuh.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan pencemaran lingkungan, terutama karena lokasi pembuangan berada sangat dekat dengan aliran air yang digunakan warga di sekitar kawasan tersebut.

Salah satu pedagang, Wahyu, mengatakan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasangkayu biasanya rutin mengangkut sampah menggunakan truk.

“Biasanya diangkut pakai truk setiap hari. Tapi kadang ada satu hari tidak diangkut, jadi sampah langsung menumpuk,” ujarnya.

Menurutnya, ketika pengangkutan terlambat satu hari saja, volume sampah langsung meningkat drastis karena aktivitas pasar berlangsung setiap hari dan menghasilkan limbah cukup banyak, terutama dari pedagang sayur dan buah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *