Safari Ramadan Banggae, Ruang Dialog dan Silaturahmi Tanpa Sekat

  • Bagikan

MAJENE – Safari Ramadan DPRD Kabupaten Majene kembali menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan di Masjid Baiturrahman, Lingkungan Pangaliali, Kecamatan Banggae, Senin (23/2/2026). 

Kegiatan ini dipimpin Wakil Ketua I DPRD Majene, Abdul Wahab, serta dihadiri Wakil Bupati Majene Andi Rita Basaroe dan sejumlah anggota DPRD, termasuk Asri Albar dan Suriana Mardin.

Sejak sore hari, jamaah telah memadati masjid. Tidak ada sekat antara pemimpin dan masyarakat. Semua duduk sejajar dalam satu saf, menanti waktu berbuka dan salat berjamaah.

Kepada wartawan, Abdul Wahab menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar kunjungan formal, melainkan ruang dialog yang terbuka.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat. Ramadan mengajarkan kita tentang persaudaraan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia mengutip firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 103 agar umat Islam berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai.

Menurutnya, silaturahmi adalah kekuatan sosial yang menjaga stabilitas daerah.

Asri Albar menambahkan bahwa kebersamaan dalam Safari Ramadan menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Rasulullah SAW bersabda, barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi (HR. Bukhari dan Muslim). Ini bukan hanya janji spiritual, tapi juga pesan sosial,” katanya.

Suriana Mardin turut menekankan pentingnya dialog antara pemerintah dan warga, khususnya dalam membangun generasi muda.

Wakil Bupati Andi Rita Basaroe dalam sambutannya mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan ketertiban selama Ramadan.

Ia mengingatkan QS. Al-Hujurat ayat 13 tentang pentingnya saling mengenal dan menghormati perbedaan.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban, ditandai dengan diskusi ringan antara warga dan anggota dewan.

Safari Ramadan ini menjadi simbol hadirnya pemerintah yang mendengar dan merangkul.

Bagi masyarakat Pangaliali, momen tersebut menjadi bukti bahwa pemimpin mereka tidak berjarak.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Majene senantiasa diberkahi.

Safari Ramadan pun kembali menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar perjalanan tempat, tetapi perjalanan hati menuju persatuan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *