MAJENE – Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kepala Dinas Kominfo Majene, Albar Mustar, menegaskan bahwa komunikasi publik pemerintah harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang santun, terbuka, dan bertanggung jawab adalah bentuk nyata pengamalan sila kedua dan keempat Pancasila.
“Ketika pemerintah berbicara kepada rakyat, ia harus menggunakan bahasa empati, bukan bahasa kekuasaan,” kata Albar, Jumat 3 Oktober 2025.
Ia menilai bahwa etika komunikasi publik yang berlandaskan Pancasila akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Kepercayaan publik adalah modal utama membangun bangsa. Dan itu hanya bisa tumbuh jika komunikasi dilakukan dengan jujur dan berkeadilan,” tambahnya.
Albar juga mengingatkan agar seluruh aparatur pemerintah tidak hanya berkomunikasi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mendengarkan aspirasi masyarakat sebagai wujud sila keempat: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
“Pancasila tidak hanya membimbing perilaku individu, tetapi juga arah kebijakan dan komunikasi negara,” jelasnya.














