MAJENE – Rencana penerapan tarif parkir baru di pelataran RSUD Kabupaten Majene menuai sorotan dari berbagai kalangan masyarakat.
Keputusan ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Majene Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang mengatur biaya parkir di area rumah sakit pemerintah tersebut.
Berdasarkan regulasi tersebut, pengunjung yang menggunakan fasilitas parkir RSUD Majene akan dikenakan tarif Rp2.000,- per jam bagi sepeda motor dan Rp3.000,- per jam bagi mobil.
Dengan adanya aturan baru ini, biaya parkir yang harus dibayar oleh para pengunjung diprediksi bisa membebani keluarga pasien, terlebih bagi mereka yang menginap di sekitar rumah sakit selama beberapa hari.
Salah seorang warga Majene, Sudirman, menyuarakan kekhawatirannya terkait kebijakan ini.
Menurutnya, penerapan tarif parkir yang berlaku secara umum bisa sangat memberatkan keluarga pasien yang memiliki kendaraan pribadi, terutama bagi mereka yang harus menemani keluarga yang sedang dirawat inap.
“Pastinya akan memberatkan keluarga pasien. Kalau yang menginap sampai 24 jam saja bisa bayar parkir Rp48.000 per hari. Bagaimana kalau ada keluarganya dirawat sampai satu minggu? Bisa bayar hingga Rp336.000 bagi pengguna motor. Itu sudah cukup besar, mengingat biaya perawatan di rumah sakit dan kebutuhan lainnya juga tidak sedikit,” ungkap Sudirman.
Sebagai solusi, Sudirman mengusulkan agar pihak pengelola parkir RSUD Majene mempertimbangkan kebijakan yang lebih humanis dan tidak memberatkan keluarga pasien.
Salah satunya, Dia menyarankan agar diberikan tarif khusus atau diskon untuk keluarga pasien yang parkir dalam jangka waktu lama, mengingat pengeluaran mereka yang sudah banyak, seperti biaya makan dan kebutuhan lainnya.
“Saya berharap ada solusi yang lebih memperhatikan kondisi keluarga pasien, terutama yang berasal dari luar kota Majene. Biaya untuk makan saja sudah cukup memberatkan. Masa biaya parkir juga harus jadi beban tambahan,” keluhnya.
Lebih lanjut, Sudirman mengusulkan agar RSUD Majene bisa memberikan kartu khusus bagi keluarga pasien yang dapat digunakan untuk mendapatkan potongan tarif parkir atau bahkan menyediakan lokasi parkir khusus yang lebih terjangkau.
Dengan cara ini, diharapkan beban ekonomi yang ditanggung oleh keluarga pasien bisa sedikit berkurang.
“Kalau bisa, buatkan sistem kartu penanda untuk keluarga pasien yang dapat diperlihatkan kepada pengelola parkir. Ini bisa menjadi solusi yang lebih manusiawi dan membantu meringankan beban kami. Atau bahkan disediakan lokasi parkir yang khusus bagi keluarga pasien dengan tarif yang lebih terjangkau,” pungkasnya.
Masyarakat Majene kini berharap agar pengelola parkir RSUD Majene dapat mendengarkan aspirasi tersebut dan segera mencari solusi yang lebih ramah bagi keluarga pasien.
Penerapan kebijakan yang mempertimbangkan aspek kemanusiaan tentu akan sangat membantu meringankan beban mereka, yang sudah cukup menghadapi situasi sulit dengan adanya anggota keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit.
Upaya konfirmasi sudah kami coba lakukan kepada pihak terkait, namun belum berhasil, tanggapan lebih lanjut atas berita ini akan kami muat pada media yang sama dengan judul yang berbeda.














