POLEWALI MANDAR – Geliat kebangkitan sektor perkebunan Sulawesi Barat mulai menampakkan pucuknya. Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar melakukan pemantauan penangkaran bibit kakao di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Hasilnya, jutaan bibit yang disiapkan untuk petani Kakao menunjukan hasil kualitas yang memuaskan
Proyek tersebut tidak sekadar mengejar angka distribusi, melainkan misi besar untuk mengembalikan kejayaan kakao Sulawesi Barat sebagai komoditas unggulan.
Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Faizal Thamrin, saat menyisir lokasi penangkaran milik CV Mario Mandiri Perkasa, memberikan rapor hijau bagi para penangkar. Dari empat titik pembibitan yang dipantau, mayoritas benih tumbuh sehat dan sesuai standar teknis.
”Kondisi bibit terlihat sangat sehat. Ini penting, karena keberhasilan perkebunan kakao dimulai dari kualitas batang bawah, entres, hingga proses pelabelan biru yang sah,” tegas Faizal saat dikonfirmasi melalui telphonennya Jumat, 13 Maret 2026.
Faizal menyebutkan proses sertifikasi sesuatu yang wajib, sebagai Label jaminan bagi petani, bahwa bibit yang tanam merupakan bibit unggul dan bermutu.
Guyuran bantuan sekitar 17 juta bibit kakao dari Pemerintah Pusat menjadi modal besar bagi Sulbar, sebab dampaknya sangat positif karena penyerapan tenaga kerja saat pembibitan.
”Kita patut bersyukur, program ini membuat perputaran ekonomi meningkat melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Ekosistem ekonomi di tingkat daerah berjalan sesuai ekspektasi,” kata Faizal.
Target akhir dari program masif ini adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan bibit yang tersertifikasi, Disbun Sulbar optimistis kualitas kakao yang dihasilkan petani akan meningkat, yang secara otomatis mendongkrak nilai jual di pasar ekspor.
Optimisme ini kini berada di tangan para penangkar dan petani. Jika 17 juta bibit ini mampu dikelola dengan baik hingga masa tanam, maka aroma harum cokelat dari Sulawesi Barat diprediksi akan kembali mendominasi pasar global, membawa kesejahteraan yang nyata bagi ribuan kepala keluarga petani di pelosok desa.(*)














