MAJENE – Kapolres Majene AKBP Febryanto menghadiri upacara pertempuran pertempuran 40.000 penduduk sipil di galung lombok, Kabupaten Polewali Mandar.
Febryanto mengungkapkan duka citanya kepada para korban sekaligus pahlawan yang berani melawan para penjahat di masanya.
Sejarah ini diketahui karena para korban adalah orang-orang yang keras para penjajah itu.
“Mereka konsisten dalam berjuang sehingga mereka harus menerima lawan yang kejam,” tutur Kapolres, Rabu (2/2/2022).
Peristiwa itu sekaligus membuktikan secara simbolik bahwa Provinsi Sulawesi Barat, khususnya suku Mandar memiliki peran dan andil besar dalam proses kemerdekaan Republik Indonesia.
Kapolres Majene juga berkesempatan mendapatkan bunga makam yang di lokasi.
Kapolres Majene juga berkesempatan mendapatkan bunga makam di lokasi tersebut. Hal ini, sebagai bentuk kepada para korban.
Peringatan Korban 40.000 Jiwa di Taman Makam Pahlawan Galung Lombok Kecamatan Tinambung ini juga dihadiri langsung oleh kepala daerah.
Peringatan Korban 40.000 Jiwa di Taman Makam Pahlawan Galung Lombok Kecamatan Tinambung ini juga dihadiri langsung oleh kepala daerah.
Diantaranya Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, Dandim dan seluruh tamu undangan lainnya, Rabu (2/2/22).
Humas Polres Majene














