Nelayan Labuang Gelar Tradisi Makkuliwa Lopi

  • Bagikan

MAJENE – Sejumlah nelayan di Lingkungan Tanjung Batu Timur, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, menggelar tradisi makkuliwa lopi pada, Kamis (21/10/2021).

google.com, pub-7941799445187426, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tradisi makkuliwa lopi merupakan kegiatan yang melaksanakan pelaksanaan ketika menyelesaikan pembuatan perahu baru. Sebelum berangkat menggunakan perahu itu, mereka akan melakukan doa keselamatan dalam bahasa lokal yang disebut makkuliwa.

Tokoh Masyarakat Labuang, Tasman mengatakan, tradisi ini diartikan sebagai doa keselamatan yang bertujuan meminta doa kepada Allah agar memberikan keselamatan, baik untuk posasiq (nelayan) dan lopi (perahu) yang digunakannya ketika berada di laut.

“Pelaksanaan tradisi makkuliwa tidak memiliki waktu-waktu tertentu. Biasanya kami saat akan melaut agar kita selamat dan dapat ikan yang melimpah,” sebutnya.

Pria yang juga memiliki usaha fotokopi ini mengaku dalam melakukan tradisi makkuliwa lopi, terlebih dahulu menyiapkan perahu yang akan dikuliwa dan proses tradisi dimulai dengan membaca barazanji dan diakhiri dengan makan bersama.

Menurutnya wujud nilai-nilai Islam dalam tradisi makkuliwa lopi yang terkandung dalam nilai musyawarah, nilai religius, nilai gotong royong, nilai solidaritas dan kesederhanaan.

Seperti diketahui paling banyak masyarakat suku mandar berprofesi sebagai nelayan yang disebabkan oleh kondisi geografis, pemukiman penduduk Majene berada di pesisir selat Makassar.

Hal itu membuat suku mandar dikenal sebagai ulung. Tradisi makkuliwa lopi dilakukan dari generasi ke generasi sebagai bentuk cerminan yang membuat masyarakat suku Mandar dikenal sebagai pelaut ulung.

 

Penulis: Bojes

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *