Arismunandar Komitmen Lestarikan Kebudayaan Lokal Melalui Sejumlah Program Unggulan

  • Bagikan

MAJENE – Gedung Assamalewuang di Kabupaten Majene menjadi saksi berlangsungnya debat publik kedua calon bupati dan wakil bupati yang berlangsung hangat dan sarat ide-ide besar untuk memajukan Majene.

Acara yang dilaksanakan pada hari Senin, 18 Oktober 2024, ini mempertemukan calon-calon pemimpin Majene untuk menyampaikan program unggulan mereka kepada masyarakat. 

Salah satu yang mencuri perhatian adalah paparan dari Calon Bupati nomor urut 01, Arismunandar, yang tampil bersama wakilnya Adi Ahsan dalam pasangan AMANAH.

Dalam kesempatan tersebut, Arismunandar menyampaikan program yang disebutnya sebagai Aman Berbudaya, sebuah inisiatif besar yang berfokus pada pengembangan dan pelestarian kebudayaan lokal Majene.

Aris menyampaikan bahwa Kabupaten Majene kaya akan budaya dan tradisi yang selama ini belum mendapatkan perhatian optimal dari pemerintah daerah. 

Oleh karena itu, Aris berjanji untuk menambah porsi anggaran yang lebih besar demi mendukung dan melestarikan kebudayaan lokal. 

“Kami akan meningkatkan porsi penganggaran bagi pelaksanaan event-event kebudayaan, karena kita tahu ada banyak kebudayaan di Majene yang membutuhkan intervensi dari pemerintah daerah agar dapat bertahan dan berkembang,” ujarnya penuh semangat, Senin 18 November 2024

Aris menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan salah satu identitas penting bagi masyarakat Majene, dan oleh sebab itu, pasangan AMANAH berkomitmen untuk menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari program utama mereka. 

Ia percaya bahwa kebudayaan lokal tidak hanya sekadar warisan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan inspiratif yang bisa mengajarkan masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih mencintai dan menghargai akar budaya mereka sendiri. 

Dengan memperbanyak event-event kebudayaan, Aris berharap dapat menciptakan ruang yang lebih luas bagi seniman, budayawan, serta masyarakat umum untuk terlibat aktif dalam menjaga dan mempromosikan budaya Majene.

Tidak hanya sekadar memperbanyak event budaya, Aris juga menyampaikan rencana pasangan AMANAH untuk memasukkan materi kebudayaan lokal ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah Majene. 

Menurut Aris, langkah ini sangat penting agar generasi muda bisa mengenal kebudayaan daerah mereka sejak dini. 

“Kami ingin anak-anak di Majene memahami kekayaan budaya mereka. Mulai dari tarian, musik tradisional, cerita rakyat, hingga seni kerajinan khas daerah, semuanya akan kami perkenalkan di sekolah-sekolah melalui kurikulum khusus. Ini bukan hanya soal edukasi, tapi juga soal membangun kecintaan pada budaya lokal,” ungkap Aris.

Aris juga menekankan bahwa melalui program Aman Berbudaya, Pemda Majene di bawah kepemimpinannya nanti akan bekerja sama dengan para budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat untuk menyusun event budaya yang dapat menarik minat wisatawan. 

Dengan ini, Aris berharap kebudayaan Majene tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh wisatawan yang datang dari luar daerah. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi Majene, di mana berbagai sektor usaha lokal dapat tumbuh bersamaan dengan kegiatan kebudayaan.

Paparan Aris Munandar ini menuai respons positif dan gemuruh riuh tepuk tangan dari para pendukung yang hadir maupun masyarakat yang mengikuti secara daring. 

Banyak yang menyambut baik ide memasukkan budaya lokal ke dalam kurikulum pendidikan, mengingat pentingnya mengenalkan budaya sejak dini kepada anak-anak. 

Sejumlah masyarakat menyatakan optimisme bahwa jika program ini terealisasi, maka generasi muda Majene akan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang identitas budaya mereka, serta mampu melestarikannya ke depannya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *