Warga Talumung Majene Galang Dana Kreatif untuk Perbaikan Jalan Rusak di Samping Rektorat Unsulbar

  • Bagikan

MAJENE – Pemandangan unik menghiasi jalan di samping Kantor Rektorat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada Jumat, 31 Januari 2025. Sebuah tumpukan kardus bertuliskan, “Mohon bantuan sumbangan sukarela untuk penimbunan atau perbaikan jalan,” menarik perhatian pengguna jalan yang melintas, Jumat 31 Januari 2025.

Inisiatif ini dilakukan oleh warga Lingkungan Talumung, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, sebagai bentuk protes sekaligus solusi atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Warga menggunakan cara kreatif ini untuk menggalang dana dari masyarakat sekitar, mahasiswa, hingga pegawai Unsulbar yang melintasi area tersebut. 

Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk memperbaiki jalan yang telah lama menjadi keluhan warga.

“Kami sudah sering mengeluhkan kondisi jalan ini, tetapi tidak ada tindakan nyata dari pihak terkait. Jadi, kami memutuskan untuk berbuat sesuatu sendiri,” ujar salah satu warga setempat.

Langkah gotong royong ini mencerminkan semangat solidaritas warga Talumung dalam menghadapi masalah infrastruktur di daerah mereka. 

Diharapkan, aksi ini tidak hanya membantu memperbaiki jalan tetapi juga mengetuk hati pemerintah daerah untuk segera memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan aksi unik ini, warga Talumung berharap perbaikan jalan yang layak segera terealisasi, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi semua pengguna jalan.

Sebelumnya warga Lingkungan Talumung, Kelurahan Lembang, menanam pisang di jalan sebagai bentuk protes, Jumat, 24 Januari 2025.

Mereka menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang, tepat di jalur yang sering dilalui masyarakat.

Aksi ini dilakukan lantaran kondisi jalan yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu. 

Menurut warga setempat, jalan tersebut sudah rusak selama bertahun-tahun, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak pemerintah daerah.

Salah Satu Warga Sekitar, Samsuddin Rahman, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan simbol kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah yang dianggap kurang peduli terhadap infrastruktur di wilayah mereka. 

Ia menyebut jalan itu memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Jalan ini bukan hanya dilalui warga sekitar, tapi juga mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang menuju kampus mereka di Lingkungan Talumung. 

Apalagi, jalan ini berada di samping gedung rektorat Unsulbar yang menjadi ikon Kota Majene sebagai kota pendidikan,” ujar Samsuddin kepada sejumlah awak media, Jumat, 24 Januari 2025.

Samsuddin menjelaskan bahwa warga berharap aksi ini dapat menarik perhatian pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata. 

Kondisi jalan yang rusak parah tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. 

Lubang besar yang menghiasi permukaan jalan sering kali menjadi penyebab kecelakaan, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.

Jalan yang rusak di kawasan Kelurahan Lembang ini memiliki arti strategis, mengingat posisinya yang berada di pusat kegiatan pendidikan. 

Unsulbar sebagai salah satu universitas ternama di Sulawesi Barat telah menjadi magnet bagi ribuan mahasiswa dari berbagai daerah. 

Sayangnya, infrastruktur di sekitar kampus tidak mencerminkan status Majene sebagai kota pendidikan.

Warga menilai bahwa pemerintah daerah seharusnya lebih peka terhadap kondisi ini. 

“Bagaimana mungkin Majene ingin dikenal sebagai kota pendidikan, sementara jalan menuju salah satu universitas kebanggaan daerah justru dibiarkan rusak bertahun-tahun?” keluh Samsuddin.

Penulis: Ardi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *