Majene — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada hari pertama, Selasa, 21 April 2026, secara umum berlangsung lancar dan tertib. Sejak pagi hari, seluruh panitia pelaksana telah bersiaga di lokasi ujian guna memastikan kesiapan teknis maupun kelancaran seluruh rangkaian pelaksanaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, panitia mulai hadir sejak pukul 07.00 WITA, terdiri dari ketua, sekretaris, koordinator lapangan, hingga petugas teknis di setiap ruangan. Koordinasi dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh perangkat komputer, jaringan, serta sistem ujian berjalan normal sebelum peserta memasuki ruang ujian.
Para peserta UTBK juga dilaporkan hadir tepat waktu dan mengikuti prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan. Mulai dari verifikasi identitas, pemeriksaan kelengkapan dokumen, hingga pemeriksaan barang bawaan dilakukan dengan ketat sebagai bentuk pengawasan untuk menjaga integritas seleksi nasional tersebut.
Meski demikian, panitia mencatat adanya satu atau dua peserta yang tidak hadir mengikuti ujian. Ketidakhadiran itu diduga karena pembatalan keikutsertaan, termasuk kemungkinan peserta telah diterima di jalur seleksi perguruan tinggi lain sehingga memilih tidak melanjutkan proses UTBK.
Namun di tengah kelancaran pelaksanaan, panitia UTBK-SNBT Unsulbar menemukan adanya dugaan serius terkait indikasi kecurangan yang dilakukan oleh dua peserta. Keduanya terindikasi mencoba memanipulasi proses ujian dengan membawa perangkat komunikasi terlarang.
Menurut informasi yang dihimpun, dua peserta tersebut kedapatan membawa handphone dan headset yang disembunyikan di bagian belakang tubuh. Barang tersebut diduga akan digunakan untuk mendukung aksi kecurangan, termasuk kemungkinan komunikasi dengan pihak luar selama ujian berlangsung.
Aksi tersebut berhasil digagalkan oleh pengawas ruangan saat pemeriksaan ketat sebelum peserta memasuki ruang ujian. Petugas yang curiga terhadap gerak-gerik peserta langsung melakukan pengecekan lebih lanjut hingga akhirnya menemukan barang bukti yang disembunyikan.
Berdasarkan temuan tersebut, panitia tidak memberi toleransi. Kedua peserta langsung dinyatakan melanggar aturan UTBK-SNBT dan segera dijatuhi sanksi berupa diskualifikasi. Proses penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk pelaporan kepada pihak berwenang dalam sistem pelaksanaan UTBK nasional.
Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa UTBK-SNBT merupakan tahapan penting yang menentukan masa depan peserta dalam mengakses pendidikan tinggi, sehingga kejujuran harus menjadi prinsip utama dalam proses seleksi.
“UTBK merupakan kegiatan penting dan krusial bagi masa depan generasi muda. Karena itu, integritas dan kejujuran harus dijunjung tinggi. Tidak ada ruang untuk praktik curang dalam seleksi pendidikan,” tegas Rektor.
Lebih jauh, pihak kampus juga menekankan pentingnya mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau sindikat di balik upaya kecurangan tersebut. Rektor menyebut bahwa praktik semacam ini bukan hanya merusak nilai pendidikan, tetapi juga mencederai semangat keadilan dan transparansi dalam sistem seleksi nasional.
Menurutnya, jika ada pihak-pihak yang memfasilitasi tindakan curang peserta, maka hal tersebut harus diusut tuntas agar menjadi efek jera serta pembelajaran bagi masyarakat luas.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Kalau ada indikasi sindikat atau pihak luar yang terlibat, tentu perlu diungkap. Karena praktik kecurangan semacam ini tidak boleh dibiarkan berkembang,” lanjutnya.
Panitia UTBK-SNBT Unsulbar pun menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat pada hari-hari berikutnya. Seluruh peserta diimbau untuk mematuhi aturan, tidak membawa barang terlarang, dan mengikuti ujian secara jujur demi menjaga marwah seleksi nasional.
Secara keseluruhan, pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Unsulbar tetap berjalan sesuai rencana dan harapan. Meski terdapat insiden kecurangan, panitia memastikan bahwa proses seleksi tetap berlangsung adil, transparan, dan kredibel, serta menjunjung tinggi prinsip integritas demi menghasilkan calon mahasiswa yang berkualitas.
Dengan langkah tegas berupa diskualifikasi, Unsulbar kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pelaksanaan UTBK yang profesional, disiplin, dan tidak memberi ruang bagi pelanggaran dalam bentuk apa pun.













