Tekankan Kejujuran Peserta, Panitia UTBK-SNBT Unsulbar Matangkan Persiapan Ujian

  • Bagikan

Majene – Panitia pelaksana Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan seleksi nasional yang akan digelar dalam waktu dekat. Pemantapan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Villa Bogor Majene, pada Rabu, 15 April 2026.

google.com, pub-7941799445187426, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ketua Panitia UTBK-SNBT Unsulbar yang juga Wakil Rektor I, Prof. Dr. Tasrif Surungan, menyampaikan bahwa seluruh jajaran panitia bekerja maksimal untuk memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT berjalan lancar, tertib, serta sesuai prosedur yang ditetapkan panitia pusat.

Hal itu ia sampaikan usai mengikuti rapat koordinasi bersama seluruh unsur panitia pelaksana UTBK-SNBT Unsulbar.

Menurut Prof. Tasrif, panitia telah menggelar rapat internal sebanyak dua kali sebagai bagian dari tahapan persiapan. Rapat pertama difokuskan pada pembentukan struktur kepanitiaan inti dan pembagian tugas agar seluruh personel memiliki peran yang jelas sejak awal.

Sementara pada rapat kedua, panitia mulai memperluas keterlibatan dengan menghadirkan pengawas ruangan serta mendatangkan narasumber dari panitia pusat. Salah satu narasumber yang hadir adalah Sekretaris Eksekutif Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si., M.Kom, yang memberikan arahan teknis terkait seluruh tahapan pelaksanaan ujian.

“Alhamdulillah, kita sudah dua kali melaksanakan rapat. Awalnya membahas struktur inti kepanitiaan, dan hari ini kita sudah melibatkan pengawas ruangan serta menghadirkan narasumber dari panitia pusat,” ujar Prof. Tasrif.

Ia menambahkan, keterlibatan narasumber dari SNPMB menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi seluruh panitia di daerah dengan ketentuan pusat, sehingga pelaksanaan UTBK dapat berlangsung seragam secara nasional dan minim kesalahan teknis.

Dalam rapat tersebut, panitia juga membahas berbagai potensi kendala yang bisa terjadi selama ujian berlangsung, termasuk gangguan teknis, kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, serta aspek pengamanan peserta di setiap sesi ujian.

Selain persoalan teknis, Prof. Tasrif menekankan bahwa panitia juga menaruh perhatian besar terhadap potensi kecurangan yang kerap menjadi tantangan dalam pelaksanaan seleksi nasional. Oleh karena itu, seluruh peserta diimbau untuk mengikuti ujian dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan kejujuran.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan masuk perguruan tinggi tidak semata-mata soal hasil akhir, tetapi juga tentang proses yang bersih dan bermartabat.

“Apapun prosesnya, baik masuk di PTN maupun di lingkungan kampus lainnya, harus dilandasi dengan kejujuran. Tidak boleh ada keinginan untuk berbuat curang,” tegasnya.

Tahun ini, jumlah peserta UTBK-SNBT yang memilih pusat ujian di Unsulbar tercatat sebanyak 3.617 orang. Para peserta tersebut akan mengikuti ujian dalam 17 sesi, yang dijadwalkan berlangsung sesuai ketentuan pelaksanaan UTBK secara nasional.

Dengan jumlah peserta yang cukup besar, panitia memastikan bahwa pengaturan jadwal, pengawasan ruangan, serta sistem pemeriksaan peserta akan dilakukan secara ketat. Panitia juga menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna memastikan tidak ada peserta yang membawa barang terlarang ke ruang ujian.

Tak hanya itu, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi fokus utama dalam persiapan. Panitia memastikan seluruh fasilitas ujian, mulai dari ruang komputer, perangkat pendukung, hingga sistem jaringan, telah dipersiapkan dengan baik. Peninjauan langsung ke ruang-ruang ujian turut dilakukan sebagai bentuk verifikasi lapangan agar pelaksanaan ujian berjalan tanpa hambatan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT Unsulbar tahun 2026 dapat berjalan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya yang dikenal tertib dan profesional.

Dengan berbagai tahapan persiapan yang telah dilakukan, panitia UTBK-SNBT Unsulbar optimistis pelaksanaan ujian tahun ini akan berlangsung lancar, aman, dan kredibel. Panitia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan tertib serta menghindari segala bentuk pelanggaran.

“Yang paling penting, UTBK ini adalah pintu masa depan bagi generasi muda. Maka ikuti ujian ini dengan sungguh-sungguh dan jujur,” pungkas Prof. Tasrif.

Panitia menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan UTBK-SNBT 2026 dengan standar tinggi, menjaga integritas seleksi, serta memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang adil dalam meraih cita-cita masuk perguruan tinggi negeri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *