Kadis Kesehatan Majene Ajak Jaga Kelestarian Alam di Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

  • Bagikan

MAJENE – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.Pemb., mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Majene untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam, flora, dan fauna dalam momentum peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap 5 November.

Peringatan tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Kepedulian terhadap alam harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga ruang publik.

Dra. Hj. Yuliani menyampaikan bahwa Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional memiliki dasar hukum melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 1993 yang ditetapkan pada masa Presiden Soeharto. Keputusan tersebut menjadi landasan peringatan nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa peringatan HCPSN secara resmi jatuh pada tanggal 5 November setiap tahunnya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak lagi keliru dalam memahami tanggal peringatan tersebut, sekaligus menjadikan momentum ini sebagai sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kekayaan alam Nusantara.

Menurut Yuliani, Indonesia memiliki kekayaan puspa dan satwa yang sangat beragam, sehingga keberadaannya perlu dijaga agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai ancaman, seperti perburuan liar, kerusakan habitat, pencemaran lingkungan, hingga penggundulan hutan yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

Ia memandang bahwa kepedulian terhadap kelestarian alam memiliki hubungan erat dengan kesehatan manusia. Lingkungan yang terjaga dengan baik merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat, nyaman, dan berkualitas.

“Sehat bukan hanya berarti tubuh terbebas dari penyakit. Kesehatan juga mencakup keseimbangan mental, ketenangan jiwa, dan kedamaian batin. Semua itu memiliki hubungan erat dengan lingkungan tempat kita hidup,” demikian pesan yang disampaikan dalam refleksi momentum HCPSN tersebut.

Menurutnya, alam yang asri, udara yang bersih, pepohonan yang terawat, serta keberadaan satwa dalam habitatnya mampu memberikan suasana yang menenangkan bagi manusia. Lingkungan yang sehat turut mendukung kualitas kehidupan, mengurangi tekanan psikologis, serta menciptakan ruang hidup yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Karena itu, menjaga alam sejatinya merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Hubungan manusia dengan lingkungan tidak dapat dipisahkan, sebab keseimbangan ekosistem turut menentukan keberlangsungan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene mengajak masyarakat Bumi Assamalewuang untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, tidak merusak tanaman, serta melindungi satwa liar dapat menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Yuliani juga berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak dan generasi muda. Edukasi tentang kecintaan terhadap flora dan fauna perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter, sehingga generasi penerus tumbuh dengan pemahaman bahwa alam merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

Ia menekankan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tentang menyelamatkan tumbuhan dan satwa, tetapi juga tentang menjaga masa depan manusia. Ketika alam dirawat dengan baik, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat, baik dalam bentuk lingkungan yang lebih sehat maupun kehidupan yang lebih harmonis.

Peringatan HCPSN tahun ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Majene untuk memperkuat komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, menjaga alam dapat menjadi gerakan kolektif yang dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita.

“Dengan merawat alam, kita sesungguhnya sedang merawat kesehatan jiwa, raga, dan masa depan generasi penerus bangsa,” menjadi pesan penting yang mengiringi momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Kelestarian alam dan kesehatan manusia merupakan dua hal yang saling berkaitan, sehingga keduanya harus dijaga secara beriringan demi kehidupan yang lebih baik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *