MAJENE – Nama “Icci” begitu familier di telinga masyarakat Mandar sebagai sapaan akrab penuh kehangatan. Namun, ketika disandingkan dengan kata “Timbang”, nama itu berubah menjadi simbol ketangguhan seorang nakhoda muda dari salah satu perahu layar tradisional tercepat di dunia.
Dialah Nur Fitra atau yang lebih akrab disapa Icci Timbang dari Rangas—siswi berbakat SMPN 6 Majene yang baru saja mengukir prestasi gemilang sebagai Juara 1 Lomba Mendongeng Bahasa Mandar tingkat Provinsi, Sabtu 31 Oktober 2026.
Di balik keluwesannya mengolah kata di atas panggung daratan, Icci ternyata menyimpan keahlian luar biasa di lautan. Ia adalah seorang nakhoda muda andal yang mengendalikan lepa-lepa tisoballil atau perahu kecil bercadik bermayap layar. Perahu tradisional ini merupakan miniatur dari perahu Sandeq, mahakarya kebanggaan masyarakat Sulawesi Barat yang ketrampilannya telah mendunia. Kombinasi unik antara kelihaian membaca angin laut dan kecerdasan melestarikan sastra lisan di darat inilah yang membuat sosoknya begitu istimewa.
Hebatnya lagi, prestasi tingkat provinsi ini diraih pada partisipasi pertamanya dalam ajang perlombaan formal. Berbekal mentalitas pelaut yang pantang mundur sebelum mencoba, ia langsung menembus dan menaklukkan kompetisi di level tertinggi.
Keberhasilan ini mengukuhkan posisinya sebagai representasi nyata generasi To Waine Mandar (perempuan Mandar) sejati: sosok bertekad baja, berbudi pekerti luhur, serta memiliki daya adaptasi tinggi di segala situasi.
Kepala Sekolah SMPN 6 Majene, Drs. H. Januaris, memberikan apresiasi mendalam sekaligus menyematkan filosofi indah yang sangat selaras dengan jiwa bahari sang siswi.
“Mengikuti arus tanpa kehilangan arah, menerjang karang tanpa kehilangan bentuk—itulah seni beradaptasi dari sebutir ombak,” ujar H. Januaris, mengibaratkan karakter tangguh Icci Timbang saat menghadapi tantangan di atas panggung seni maupun di tengah ganasnya ombak lautan.
Gelora kemenangan ini disambut rasa bangga yang mendalam oleh seluruh dewan guru dan keluarga besar SMPN 6 Majene. Pihak sekolah menegaskan komitmen penuh untuk terus mendampingi dan mengawal langkah Icci dalam merawat mimpi-mimpinya ke jenjang yang lebih tinggi.
Langkah perdana sang nakhoda cilik lepa-lepa tisoballi ini bukan sekadar mengharumkan nama sekolah. Lebih dari itu, ia telah menjadi angin segar bagi pelestarian tradisi bahari serta warisan sastra lisan tanah Mandar di tengah arus modernisasi.













