MAMUJU – Perum Bulog Cabang Mamuju menjamin ketersediaan stok beras tetap stabil menghadapi Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Saat ini, total stok beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 15.700 ton.
Jumlah tersebut diklaim mencukupi kebutuhan masyarakat dengan tingkat ketahanan hingga lebih dari satu tahun ke depan.
Asisten Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mamuju, Abdul Kasim, menjelaskan seluruh stok tersebut telah didistribusikan ke jaringan gudang di berbagai titik di Sulbar.
“Untuk wilayah Mamuju sendiri, ketersediaan stok saat ini berada di angka 1.900 ton. Jadi, memasuki bulan puasa hingga pasca-Lebaran nanti, pasokan kami pastikan aman,” ujar Abdul Kasim saat dikonfirmasi, (6/2/2026).
Kondisi ketahanan pangan di Sulawesi Barat diprediksi semakin kuat seiring dengan dimulainya masa panen raya di sejumlah sentra produksi padi.
Bulog Mamuju pun mulai bergerak menyerap hasil panen dari petani lokal. Beberapa wilayah yang mulai memasuki masa panen antara lain Kecamatan Tommo dan Kecamatan Sampaga.
“Kami sudah mulai melakukan penyerapan gabah petani karena di Kabupaten Mamuju, khususnya Tommo dan Sampaga, sudah memasuki musim panen,” tambahnya.
Selain memastikan kuantitas, Bulog juga memberikan perhatian khusus pada kualitas beras yang disimpan.
Abdul Kasim menegaskan perawatan di gudang dilakukan secara optimal agar beras tetap layak konsumsi dalam jangka waktu lama.
Secara teknis, beras memiliki daya tahan sekitar enam bulan hingga satu tahun, tergantung pada kualitas perawatan dan kondisi sirkulasi udara di dalam gudang.
“Dengan standar perawatan yang baik, kualitas beras akan terus terjaga hingga nanti disalurkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Nantinya, cadangan beras ini akan dialokasikan untuk dua program utama.
Seperti penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan serta Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menekan potensi lonjakan harga selama bulan suci Ramadan dan Lebaran 2026.














