Pelayanan RS Mitra Manakarra Mamuju Dinilai Paling Bobrok, Keluhan Pasien Viral di Media Sosial

  • Bagikan

MAMUJU – Pelayanan Rumah Sakit (RS) Mitra Manakarra Mamuju kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik keras datang dari seorang pasien yang mengaku mengalami pengabaian selama menjalani perawatan. Keluhan tersebut viral setelah diunggah oleh sebuah akun Facebook bernama Bale Tapa pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Dalam video berdurasi sekitar 40 detik itu, tampak jelas bagian depan RS Mitra Manakarra Mamuju. Video tersebut disertai suara seorang pria yang meluapkan kekecewaan, hujatan, sekaligus keluhan atas buruknya pelayanan rumah sakit yang ia alami secara langsung.

Pria tersebut mengaku selama dua hari menjalani perawatan di rumah sakit itu, dirinya tidak pernah sekalipun mendapatkan kunjungan atau visite dari dokter. Padahal, menurut pengakuannya, kondisi kesehatannya saat itu dalam keadaan tidak stabil dan membutuhkan penanganan medis yang serius.

Berdasarkan penuturannya, pasien tersebut masuk ke RS Mitra Manakarra pada Kamis malam, 11 Desember 2025. Namun, hingga Jumat sore, 12 Desember 2025, ia mengaku masih harus menunggu lama untuk mendapatkan kamar perawatan dan baru ditempatkan di ruang kelas III.

Karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, pasien tersebut kemudian meminta untuk dipindahkan ke ruang VIP dengan harapan mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Ia juga mempertanyakan keberadaan dokter yang belum juga datang memeriksa dirinya. Namun, menurutnya, pihak rumah sakit hanya menjawab bahwa dokter “akan ada”.

Permintaan untuk pindah ke ruang VIP sempat ditolak dengan alasan dirinya merupakan pasien BPJS Kesehatan. Tidak terima dengan kondisi tersebut, pasien akhirnya mengajukan komplain. Setelah itu, pihak rumah sakit menyetujui pemindahan ke ruang VIP, namun dengan syarat pasien tidak lagi menggunakan BPJS dan harus berstatus sebagai pasien umum.

Pasien tersebut pun menyetujui syarat itu dengan menandatangani surat pernyataan, meski harus merogoh kocek pribadi. Ia mengaku mengambil keputusan tersebut semata-mata demi mendapatkan pelayanan medis yang layak dan perhatian dokter yang lebih optimal.

Namun, harapan itu justru berbanding terbalik dengan kenyataan. Setelah satu malam berada di ruang VIP, pasien kembali mempertanyakan kapan dokter akan datang melakukan pemeriksaan. Jawaban yang diterima membuatnya semakin kecewa, karena perawat menyampaikan dokter kemungkinan baru akan datang pada hari Senin pekan berikutnya.

Selama berada di rumah sakit, pasien mengaku hanya mendapatkan tindakan berupa suntikan obat anti nyeri dan antibiotik, tanpa adanya pemeriksaan langsung dari dokter spesialis. Merasa tidak mendapatkan kepastian dan pelayanan yang memadai, pasien bersama keluarganya akhirnya memutuskan untuk keluar dari RS Mitra Manakarra dan mencari pengobatan di rumah sakit lain.

Ironisnya, meski mengaku tidak pernah mendapatkan pelayanan dokter, pasien tersebut tetap harus membayar biaya perawatan hingga mencapai jutaan rupiah. Persoalan tidak berhenti di situ. Setelah proses administrasi selesai, pihak rumah sakit disebut memaksa untuk mencabut infus yang masih terpasang di tubuh pasien.

Pasien menolak pencabutan infus tersebut dengan alasan infus dipasang sejak dirinya dirujuk dari Puskesmas Kalumpang. Ia khawatir jika infus dicabut, maka rumah sakit tujuan berikutnya harus memasang ulang, sementara pembuluh darahnya sulit dan sebelumnya memerlukan beberapa kali percobaan.

Lebih jauh, pasien juga mengaku mendapat pernyataan yang dianggap janggal dari pihak rumah sakit. Ia disebut-sebut disarankan untuk tidak menggunakan BPJS Kesehatan selama 46 hari karena keluar atas permintaan sendiri. Padahal, menurutnya, sejak awal ia sudah berstatus sebagai pasien umum dan tidak menggunakan BPJS.

Kejadian ini menuai reaksi keras dari warganet. Banyak masyarakat menilai pelayanan RS Mitra Manakarra Mamuju semakin memprihatinkan dan mendesak manajemen rumah sakit untuk segera berbenah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Semoga ke depan manajemen RS Mitra Manakarra bisa berbenah dan tidak lagi mengabaikan pasien yang membutuhkan pertolongan medis,” ujar pasien tersebut menutup keluhannya dalam video yang kini telah tersebar luas di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Mitra Manakarra Mamuju belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan pasien yang viral tersebut. Publik pun menunggu penjelasan dan langkah perbaikan nyata demi menjamin hak dan keselamatan pasien.

Penulis: Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Tim Redaksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui WhatsApp : 081952216997
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *