MAJENE – Pencegahan stunting membutuhkan perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Upaya tersebut tidak cukup hanya dilakukan ketika anak telah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi perlu dimulai sejak dini.
Dinas Kesehatan Kabupaten Majene memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga.
Di bawah kepemimpinan Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.Pemb., penguatan edukasi kesehatan menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Pemenuhan gizi ibu hamil, pemantauan pertumbuhan anak, pemberian ASI, serta makanan pendamping ASI sesuai usia merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.
Keluarga perlu memahami bahwa pertumbuhan anak harus dipantau secara berkala agar perubahan kondisi dapat diketahui lebih awal.
“Posyandu menjadi salah satu ruang pelayanan yang penting untuk mendukung pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak,” katanya, Kamis 5 November 2026
Melalui kegiatan tersebut, orang tua dapat memperoleh informasi mengenai kondisi pertumbuhan anak serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Selain gizi, kebersihan lingkungan dan akses terhadap sanitasi yang layak juga memiliki hubungan penting dengan kesehatan anak.
Pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah desa, serta masyarakat.
Dengan penguatan edukasi dan keterlibatan keluarga, upaya pencegahan stunting di Kabupaten Majene diharapkan semakin efektif dan berkelanjutan.













