MAJENE – Semangat kepramukaan kembali bergelora di lingkungan UPTD SMA Negeri 1 Majene. Melalui kegiatan Kemah Penerimaan Tamu Ambalan (KPTA) Tahun 2026, ratusan siswa kelas X diajak menapaki proses pembentukan karakter sebagai calon anggota Pramuka Penegak yang tangguh, disiplin, dan berintegritas.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Ambalan Wolter Monginsidi dan Emmy Saelan, Gugus Depan Majene 05-003/05-004 Pangkalan SMA Negeri 1 Majene itu berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Februari 2026, bertempat di kawasan Boyang Kayyang Buttu Ciping.
Mengusung tema “Menapak Jejak Menyulam Karakter Penegak Berjiwa Tangguh dan Berintegritas”, KPTA menjadi salah satu tahapan penting bagi peserta didik kelas X untuk bergabung sebagai Tamu Penegak di Gudep Pangkalan UPTD SMAN 1 Majene.
Tidak sekadar kegiatan berkemah, KPTA dirancang sebagai wadah pendidikan karakter yang menekankan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.
Kepala UPTD SMAN 1 Majene, Muliadi S., S.Pd., M.Pd., yang juga bertindak sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya peran Pramuka sebagai sarana pembentukan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan merupakan ruang belajar yang berbeda dari suasana kelas. Di dalamnya, peserta didik dilatih untuk menghadapi berbagai tantangan, mengambil keputusan, menghargai kebersamaan, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok.
Selama pelaksanaan KPTA, para peserta mengikuti beragam materi kepramukaan dan kegiatan edukatif yang telah disusun oleh panitia. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah pengembaraan, yang menuntut peserta untuk mengasah ketahanan fisik, kemampuan berpikir cepat, sekaligus memperkuat kerja sama antarsesama anggota regu.
Selain itu, peserta juga mengikuti evaluasi hasil latihan rutin yang bertujuan mengukur pemahaman mereka terhadap materi kepramukaan yang telah diperoleh sebelumnya. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan menuju jenjang Penegak.
Suasana kebersamaan tampak mewarnai setiap rangkaian kegiatan. Di tengah keterbatasan fasilitas alam terbuka, para peserta belajar untuk hidup mandiri, menjaga disiplin waktu, serta saling membantu dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan.
Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026, melalui upacara penutupan yang dipimpin oleh Arsiah Sudirman, S.Pd., M.Pd., selaku pembina Pramuka. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat dan antusiasme seluruh peserta selama mengikuti kegiatan.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama KPTA tidak berhenti saat tenda dibongkar dan kegiatan berakhir, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pencapaian peserta, panitia turut menyerahkan penghargaan kepada peserta terbaik pada akhir kegiatan. Penghargaan tersebut diberikan kepada siswa yang menunjukkan sikap disiplin, kepemimpinan, kerja sama, serta prestasi terbaik selama pelaksanaan kemah.
Kegiatan KPTA 2026 ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Majene. Melalui Gerakan Pramuka, sekolah berupaya melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mental yang kuat, jiwa kepemimpinan, serta integritas dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dengan berakhirnya KPTA 2026, para Tamu Penegak diharapkan mampu melanjutkan perjalanan mereka sebagai anggota Pramuka yang menjunjung tinggi nilai Satya dan Darma Pramuka, sekaligus menjadi teladan di tengah lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sebab, dari sebuah perkemahan sederhana, sering kali lahir pribadi-pribadi yang siap menjadi pemimpin masa depan—mereka yang telah belajar arti tanggung jawab, kebersamaan, dan ketangguhan sejak usia muda.













