Mamuju Tengah – Akses jalan nasional Trans Sulawesi di wilayah Dusun Bulubaru, Desa Lara, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, dilaporkan terputus total akibat peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Jumat pagi (20/6/2025).
Longsor tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir tanpa henti.
Meski tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan rumah warga, peristiwa ini sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama pengguna jalan lintas provinsi yang terpaksa menghentikan perjalanan akibat material longsoran menutup seluruh badan jalan.
“Syukurlah tidak ada korban. Namun jalur utama lumpuh, kendaraan tidak bisa melintas,” kata seorang warga setempat kepada tim tanggap bencana yang turun ke lokasi.
Kepolisian setempat bersama relawan tanggap darurat segera mengambil langkah cepat dengan mengarahkan arus lalu lintas ke jalur alternatif. Pengalihan dilakukan melalui simpang kanan yang melintasi permukiman warga di Desa Anggaleha.
Kondisi ini tentu mengganggu kelancaran arus barang dan orang antara wilayah Mamuju dan Palu. Jalur Trans Sulawesi merupakan nadi ekonomi penting yang menghubungkan beberapa kabupaten di Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.
Tim Gerak Cepat (TGC) bersama Tim Krisis Kesehatan dari UPTD Puskesmas Lara bergerak cepat melakukan assessment awal di lokasi kejadian. Dalam laporan awal, tim menyebutkan bahwa belum terdapat kebutuhan logistik mendesak saat ini karena tidak ada warga yang terdampak langsung.
Namun, mereka menekankan perlunya tindakan teknis segera untuk mencegah longsor susulan, terutama di titik-titik rawan yang berada di sepanjang perbukitan jalur tersebut.
Saat ini, koordinasi antara pihak Puskesmas, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta dinas teknis terus dilakukan untuk penanganan lanjutan. Penilaian terhadap kemungkinan evakuasi, pengerahan alat berat, hingga rencana jangka panjang untuk mitigasi bencana menjadi prioritas.














