MAJENE – Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Majene, Syamsuddin Kamal, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Majene ke-480 yang akan diperingati pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Dalam pernyataannya, Syamsuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai waktu untuk merefleksikan perjalanan sejarah, memperkuat jati diri daerah, dan membangun sinergi untuk masa depan yang lebih baik.
“Selamat Hari Jadi ke-480 Kabupaten Majene, tanah Mandar yang kaya akan sejarah, budaya, dan semangat kebersamaan. Semoga Majene semakin maju, berdaya saing, dan tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Syamsuddin dalam keterangannya kepada sejumlah media, Kamis 14 Agustus 2025.
Syamsuddin juga menyebut pentingnya tema peringatan tahun ini yang mengusung motto khas Mandar, yakni “Sitaiang Apiangang, Mammesa Diallewuang, Mappasukkuq Palluluareang”. Menurutnya, motto ini bukan sekadar simbol atau ungkapan seremonial, tetapi mengandung filosofi mendalam tentang etos kerja, solidaritas, dan keteguhan masyarakat Majene.
“Makna dari motto itu luar biasa. Sitaiang Apiangang mencerminkan semangat gotong royong, Mammesa Diallewuang menandakan persatuan dalam keberagaman, dan Mappasukkuq Palluluareang menunjukkan tekad untuk terus berkembang di tengah tantangan zaman,” jelas Syamsuddin.
Sebagai Ketua IJS DPW Majene, Syamsuddin juga menekankan peran penting jurnalis dalam menyuarakan aspirasi rakyat, mengawal pembangunan, serta menjaga semangat persatuan di tengah masyarakat.
Ia berharap para jurnalis di Majene dapat terus mengedepankan profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugasnya. “Media dan jurnalis adalah bagian dari pembangunan. Kami di IJS berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah dan masyarakat Majene,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, hingga insan pers untuk menjadikan Hari Jadi Majene sebagai titik tolak memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tak bisa dibebankan hanya pada pemerintah, tapi harus melibatkan semua elemen.
“Majene ini milik kita bersama. Mari kita rawat bersama, kita bangun bersama. Kita kuat karena bersatu, kita besar karena kita saling mendukung,” tambah Syamsuddin.
Peringatan Hari Jadi Majene ke-480 diharapkan bukan hanya menjadi ajang seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat identitas lokal dan mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat Sitaiang Apiangang, Mammesa Diallewuang, Mappasukkuq Palluluareang, masyarakat Majene diharapkan semakin kompak, adaptif terhadap perubahan zaman, dan terus menjaga nilai-nilai luhur budaya Mandar yang menjadi kebanggaan bersama.













