Jalan Rusak Bukan Penghalang, Puskesmas Sendana 1 Jemput Bola Layani Warga Terpencil

  • Bagikan

MAJENE – Kondisi jalan yang rusak parah dan medan perjalanan yang penuh risiko tidak menyurutkan semangat puluhan tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Sendana 1 untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terpencil. Demi memastikan warga tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan, tim medis rela menempuh perjalanan ekstrem menggunakan mobil gardan ganda jenis Hardtop menuju Desa Limboro Rambu-Rambu, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Perjalanan penuh tantangan tersebut berlangsung pada Kamis (22/10/2026). Dengan medan jalan yang sulit dilalui kendaraan biasa, mobil Hardtop menjadi kendaraan andalan untuk mengangkut tenaga medis, logistik obat-obatan, serta peralatan pemeriksaan kesehatan menuju lokasi pelayanan.

Kegiatan pelayanan kesehatan jemput bola ini merupakan bentuk nyata kepedulian tenaga kesehatan terhadap masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Tim medis hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan keterbatasan akses geografis tidak menjadi penghalang bagi warga dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak.

Dalam kegiatan tersebut, fokus pelayanan diarahkan pada penanganan dan pencegahan penyakit menular maupun penyakit tidak menular (PTM). Sasaran pelayanan mencakup lingkungan sekolah serta kelompok masyarakat rentan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Sejumlah layanan kesehatan diberikan secara langsung, di antaranya pemeriksaan dan pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Tuberkulosis (TB), serta pemantauan penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

Kegiatan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Erwin, S.Kep., Ners., selaku Koordinator Medis Puskesmas Sendana 1. Ia menegaskan bahwa tantangan geografis dan beratnya medan perjalanan tidak boleh mengurangi komitmen tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di daerah sulit dijangkau.

“Komitmen kami jelas, yaitu menjaga kesehatan masyarakat tanpa memandang seberapa jauh dan sulitnya akses ke tempat mereka. Walaupun perjalanan ini sangat berisiko, ini sudah menjadi tanggung jawab dan peran kami sebagai tim medis kecamatan untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan,” ujar Erwin di sela-sela kegiatan.

Semangat pengabdian tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Puskesmas Sendana 1. Dokter puskesmas bersama puluhan staf turut hadir dan bahu-membahu menyukseskan kegiatan. Mereka membawa berbagai kebutuhan medis, obat-obatan, serta perlengkapan pemeriksaan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Tidak hanya memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis, tim kesehatan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi diberikan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Selain itu, skrining kesehatan berkala turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Melalui pemeriksaan langsung, tenaga kesehatan berupaya menemukan faktor risiko penyakit menular maupun tidak menular sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan lebih awal sebelum kondisi kesehatannya semakin memburuk.

Pelayanan jemput bola ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pemerataan akses kesehatan hingga ke wilayah pelosok. Kehadiran tenaga medis di Desa Limboro Rambu-Rambu menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak semestinya hanya terpusat di wilayah perkotaan atau sekitar fasilitas kesehatan, tetapi harus menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang tinggal di balik medan geografis yang menantang.

Melalui kegiatan tersebut, UPTD Puskesmas Sendana 1 berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini juga diharapkan dapat membantu menekan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sendana 1.

Perjuangan tim medis menembus medan ekstrem dengan kendaraan Hardtop menjadi gambaran bahwa pengabdian tenaga kesehatan tidak berhenti di balik dinding puskesmas. Ada tanggung jawab kemanusiaan yang harus dijalankan, ada masyarakat yang menunggu pelayanan, dan ada harapan agar setiap warga, sejauh apa pun tempat tinggalnya, tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup sehat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *