MAJENE – Dinas Kesehatan Kabupaten Majene terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui reformasi sistem karantina kesehatan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah strategis modernisasi pelayanan kesehatan yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat, Senin 22 Oktober 2026.
Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan Activity Day bertajuk “Dari Studi Tiru Menuju Pelayanan Berkualitas: Langkah Persiapan Karantina Kesehatan di Majene.” Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menerjemahkan hasil studi tiru dan observasi lapangan menjadi langkah nyata dalam pengembangan sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Majene.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.Pemb., menegaskan bahwa penguatan karantina kesehatan bukan sekadar upaya memenuhi ketentuan regulasi, tetapi merupakan bagian penting dari strategi melindungi masyarakat dari berbagai potensi ancaman kesehatan.
Menurutnya, dinamika penyebaran penyakit dan meningkatnya mobilitas masyarakat menuntut kesiapan sistem kesehatan yang semakin kuat. Karena itu, Majene perlu membangun mekanisme karantina kesehatan yang mampu mengantisipasi risiko secara cepat, tepat, dan terukur.
Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Majene berupaya mengadopsi praktik terbaik dari daerah percontohan untuk memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan penyakit. Hasil studi tiru diharapkan menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan, pengembangan regulasi teknis, serta penetapan standar operasional prosedur (SOP) yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Penguatan karantina kesehatan akan diarahkan pada peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap potensi penyebaran penyakit maupun ancaman kesehatan masyarakat. Sistem peringatan dini atau early warning system menjadi salah satu perhatian utama, terutama dalam mengantisipasi risiko yang muncul di pintu masuk wilayah dan lingkungan komunal.
Selain aspek pengendalian risiko, Dinkes Majene juga menaruh perhatian terhadap standarisasi mutu pelayanan. Integrasi praktik terbaik hasil studi tiru diharapkan mampu menciptakan tata kelola pelayanan kesehatan yang lebih transparan, efisien, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tidak kalah penting, kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat kesehatan turut menjadi fokus pembenahan. Penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia kesehatan dipandang sebagai faktor penting untuk meningkatkan kemampuan respons terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB), wabah, maupun kondisi darurat kesehatan lainnya.
Transformasi ini juga menyasar perubahan kultur kerja aparatur kesehatan. Dinkes Majene berkomitmen mendorong lahirnya petugas yang lebih ramah, cekatan, humanis, dan profesional dalam memberikan pelayanan, sehingga masyarakat memperoleh pengalaman pelayanan yang semakin baik.
Bagi masyarakat Kabupaten Majene, penguatan sistem karantina kesehatan diharapkan memberikan manfaat nyata berupa perlindungan kesehatan yang lebih optimal, peningkatan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit, serta kepastian pelayanan yang lebih berkualitas.
Melalui momentum Activity Day tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menegaskan bahwa hasil studi tiru tidak berhenti pada kegiatan observasi semata, melainkan harus menjadi fondasi perubahan yang berkelanjutan. Dengan penguatan regulasi, peningkatan kompetensi SDM, dan pembenahan standar pelayanan, Majene diharapkan mampu membangun sistem karantina kesehatan yang semakin tangguh, adaptif, dan terpercaya dalam melindungi keselamatan masyarakat.














