Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia debat kompetitif nasional. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sandeq Debating Master, Unsulbar turut ambil bagian dalam Babel Open Debate II yang diselenggarakan oleh Universitas Bangka Belitung pada 9–10 Mei 2026 secara daring.
Kompetisi debat tersebut menjadi salah satu ajang bergengsi tingkat nasional karena diikuti oleh lebih dari 60 universitas dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran Unsulbar dalam kompetisi ini sekaligus menjadi bentuk komitmen kampus dalam mendorong pengembangan soft skill mahasiswa, khususnya dalam bidang berpikir kritis, komunikasi publik, serta argumentasi akademik.
Dalam kompetisi tersebut, Unsulbar mengirimkan dua delegasi terbaiknya, yakni Pinkan Ratu Aprilya, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum angkatan 2025, dan Tapaya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika angkatan 2025.
Keduanya dipercaya membawa nama Unsulbar dalam persaingan ketat yang mempertemukan para pendebat muda dari berbagai kampus ternama di Indonesia.
Menjelang kompetisi, UKM Sandeq Debating Master telah melakukan persiapan secara intensif sejak awal April 2026. Proses latihan dilakukan melalui bimbingan bersama para senior UKM serta dosen pembina yang telah berpengalaman di dunia debat kompetitif.
Pinkan mengungkapkan bahwa proses pembinaan dilakukan secara terstruktur untuk memperkuat teknik debat, menyusun argumentasi, serta membiasakan diri menghadapi format lomba tingkat nasional.
“Sejak awal April kemarin kami sudah dibimbing oleh para kakak senior dan dosen-dosen yang berpengalaman di dunia debat,” ujar Pinkan saat diwawancarai, Jumat (9/5/2026).
Menurutnya, latihan rutin menjadi kunci penting agar tim mampu tampil percaya diri dan siap menghadapi berbagai mosi yang umumnya menuntut ketajaman analisis serta wawasan luas.
Harapan Membawa Hasil Terbaik
Sementara itu, Tapaya menyampaikan harapan agar kompetisi berjalan lancar dan tim Unsulbar dapat menampilkan performa terbaik demi membawa kebanggaan bagi UKM dan universitas.
“Harapannya semoga lomba berjalan lancar dan kami bisa memberikan hasil terbaik untuk UKM serta Universitas,” ungkap Tapaya.
Ia juga menilai bahwa pengalaman mengikuti ajang nasional semacam ini merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memperluas jaringan mahasiswa antar perguruan tinggi.
Partisipasi UKM Sandeq Debating Master dalam Babel Open Debate II menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat posisi Unsulbar di kancah debat nasional. Selain sebagai ruang kompetisi, ajang tersebut juga menjadi wadah pembelajaran yang mempertemukan berbagai gaya debat, pendekatan analisis isu, hingga kemampuan merespons argumen secara cepat dan tepat.
Keikutsertaan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Unsulbar lainnya untuk aktif mengembangkan potensi diri melalui kegiatan akademik dan organisasi kampus.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari senior serta dosen pembina, delegasi Unsulbar optimistis mampu memberikan kontribusi terbaik dan membawa nama baik kampus di tengah persaingan nasional yang ketat.













