MAJENE – Peringatan Hari Gizi Nasional dimanfaatkan RSUD Majene sebagai momentum untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan gizi seimbang sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas kesehatan dan sumber daya manusia yang unggul.
RSUD Majene menilai, persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama, tidak hanya dari tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Gizi yang baik dinilai berperan besar dalam menentukan tingkat kesehatan, produktivitas, hingga daya saing masyarakat di masa depan.
Direktur RSUD Majene menyampaikan bahwa peringatan Hari Gizi Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan refleksi bersama terhadap peran strategis gizi dalam kehidupan sehari-hari.
“Gizi seimbang adalah kunci utama pencegahan berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular. Pola makan yang tepat akan sangat menentukan tumbuh kembang anak, daya tahan tubuh, serta kualitas hidup masyarakat secara umum,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menegaskan, permasalahan gizi tidak berdiri sendiri. Faktor pengetahuan masyarakat, pola hidup, akses terhadap pelayanan kesehatan, hingga kondisi sosial dan ekonomi turut memengaruhi status gizi seseorang.
Di Kabupaten Majene sendiri, sejumlah persoalan masih menjadi perhatian, seperti kasus stunting pada anak, anemia pada remaja dan ibu hamil, serta meningkatnya penyakit degeneratif akibat pola konsumsi makanan yang kurang sehat dan minim aktivitas fisik.
Kondisi tersebut, menurut pihak RSUD Majene, menjadi alasan pentingnya edukasi gizi yang dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung masyarakat.
Sebagai rumah sakit rujukan daerah, RSUD Majene menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam upaya peningkatan status gizi masyarakat melalui berbagai program promotif dan preventif.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyuluhan gizi, layanan konsultasi nutrisi bagi pasien dan keluarga, serta kerja sama lintas sektor dengan puskesmas dan instansi terkait dalam penanggulangan masalah gizi di wilayah Kabupaten Majene.
Dalam peringatan Hari Gizi Nasional ini, RSUD Majene juga kembali mengajak masyarakat untuk memahami dan menerapkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan sederhana pemenuhan gizi harian.
Konsep tersebut menekankan keseimbangan antara makanan pokok, lauk pauk sumber protein, sayur, dan buah, sekaligus mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.
RSUD Majene berharap, pesan yang disampaikan melalui momentum Hari Gizi Nasional ini dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi slogan tahunan.
Dengan penerapan gizi seimbang yang konsisten, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Majene dapat terus meningkat dan menjadi penopang utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Gizi seimbang hari ini adalah investasi kesehatan untuk masa depan. Apa yang kita konsumsi sekarang akan menentukan kualitas hidup kita di kemudian hari,” pungkasnya.













