MAJENE – UPTD Puskesmas Banggae II Kabupaten Majene terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan logistik kesehatan melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut terlihat dari kunjungan Tim United Nations Development Programme (UNDP) ke UPTD Puskesmas Banggae II pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kunjungan Tim UNDP tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring inventaris logistik sekaligus sosialisasi penggunaan aplikasi SMILE sebagai salah satu sistem digital yang mendukung pengelolaan logistik kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola persediaan agar lebih tertib, efektif, transparan, dan mudah dipantau.
Kehadiran Tim UNDP disambut baik oleh jajaran UPTD Puskesmas Banggae II. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan sistem informasi dalam mendukung pengelolaan berbagai kebutuhan logistik kesehatan.
Dalam kegiatan monitoring, inventaris logistik menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Pengelolaan inventaris yang baik sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan barang, kesesuaian pencatatan, serta kemudahan dalam mengetahui kondisi dan jumlah persediaan yang dimiliki fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain melakukan monitoring, Tim UNDP juga memberikan sosialisasi terkait aplikasi SMILE. Pengenalan aplikasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman petugas mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam proses pencatatan, pemantauan, dan pengelolaan logistik kesehatan.
Pemanfaatan aplikasi SMILE menjadi salah satu langkah untuk mendorong sistem pengelolaan logistik yang lebih terintegrasi. Dengan dukungan sistem digital, proses pencatatan dan pemantauan persediaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih sistematis sehingga informasi mengenai kebutuhan logistik dapat diketahui dengan lebih mudah.
Pengelolaan logistik kesehatan memiliki peranan penting dalam menunjang kelancaran operasional Puskesmas. Ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, serta berbagai kebutuhan penunjang pelayanan harus dikelola dengan baik agar tidak menghambat pelaksanaan program maupun pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, penerapan sistem digital seperti aplikasi SMILE diharapkan dapat membantu meningkatkan ketertiban administrasi sekaligus meminimalkan potensi ketidaksesuaian data inventaris. Sistem pencatatan yang baik juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan pengelolaan logistik yang lebih akuntabel.
Bagi UPTD Puskesmas Banggae II, kunjungan ini bukan sekadar kegiatan monitoring, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas dalam mengikuti perkembangan sistem pengelolaan kesehatan berbasis teknologi informasi.
Melalui sosialisasi dan koordinasi bersama Tim UNDP, diharapkan pemanfaatan aplikasi SMILE dapat semakin optimal dalam mendukung pekerjaan petugas yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan logistik. Dengan demikian, proses administrasi dan pemantauan inventaris dapat berjalan lebih efektif serta mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan.
Pihak UPTD Puskesmas Banggae II menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim UNDP atas kunjungan, pendampingan, serta kolaborasi yang telah dilakukan. Sinergi tersebut diharapkan terus terjalin sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pengelolaan logistik kesehatan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, UPTD Puskesmas Banggae II menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan kesehatan. Dengan pengelolaan logistik yang semakin tertib, efektif, dan terpantau, diharapkan kebutuhan pelayanan dapat terpenuhi dengan lebih baik demi memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.













