Majene – Suasana haru, khidmat, dan penuh doa mewarnai prosesi pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Majene yang akan menunaikan ibadah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah Kabupaten Majene secara resmi melepas keberangkatan sembilan jamaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 19 Embarkasi Makassar, bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Minggu (3/5/2026).
Pelepasan jamaah dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Majene, Drs. Mustamin, yang hadir mewakili Bupati Majene. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memberikan dukungan serta doa kepada para tamu Allah yang akan menjalankan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan anggota DPRD Kabupaten Majene, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten Sekretariat Daerah, staf ahli bupati, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Majene, tokoh masyarakat, serta keluarga jamaah yang turut mengantar dan memberikan doa restu kepada anggota keluarganya yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.
Suasana emosional begitu terasa saat para jamaah berpamitan dengan keluarga dan kerabat. Tangis haru, pelukan hangat, serta lantunan doa mengiringi langkah para calon haji yang bersiap menempuh perjalanan spiritual menuju Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Dalam sambutannya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Mustamin, menyampaikan pesan dan harapan dari Bupati Majene kepada seluruh jamaah calon haji agar senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, serta memanfaatkan kesempatan ibadah dengan sebaik-baiknya selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua umat Islam memiliki kesempatan untuk menunaikannya. Oleh karena itu, para jamaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur.
“Hari ini kita melepas saudara-saudara kita yang mendapat kehormatan menjadi tamu Allah. Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, menjaga kesehatan, serta mengikuti arahan petugas sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat terlaksana dengan baik,” ujar Mustamin.
Ia juga mengingatkan bahwa para jamaah tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Majene. Karena itu, sikap saling membantu, menjaga kebersamaan, dan menjunjung tinggi akhlak yang baik harus senantiasa menjadi bagian dari perjalanan ibadah mereka.
Pemerintah Kabupaten Majene, lanjutnya, terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ibadah haji sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Meskipun jumlah jamaah asal Majene tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pelayanan kepada jamaah tetap menjadi prioritas utama.
Penurunan jumlah jamaah tersebut terjadi sebagai dampak dari kebijakan kuota haji berbasis provinsi yang diterapkan pemerintah pusat. Kebijakan tersebut bertujuan untuk pemerataan daftar tunggu (waiting list) secara nasional yang saat ini mencapai kisaran 26 hingga 27 tahun di berbagai daerah.
Meski demikian, pemerintah dan panitia penyelenggara menegaskan bahwa berkurangnya jumlah jamaah tidak akan memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan. Seluruh jamaah tetap mendapatkan pendampingan, pembinaan, serta layanan yang optimal mulai dari proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh jamaah memperoleh pelayanan terbaik. Pemerintah berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh calon jamaah,” katanya.
Pihak Kementerian Agama Kabupaten Majene juga menyampaikan bahwa seluruh jamaah yang diberangkatkan telah mengikuti berbagai tahapan persiapan, termasuk manasik haji, pemeriksaan kesehatan, serta pembekalan terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat.
Pembinaan tersebut bertujuan agar jamaah memiliki pemahaman yang baik mengenai pelaksanaan ibadah haji sehingga dapat menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan benar, tertib, dan khusyuk.
Selain kesiapan spiritual dan administrasi, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang berbeda dengan Indonesia, jamaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik, mengatur pola makan, memperbanyak istirahat, serta mengikuti petunjuk petugas kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Di hadapan para jamaah dan keluarga yang hadir, Asisten I juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kemudahan, kesehatan, keselamatan, serta kekuatan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Insya Allah, semoga seluruh jamaah asal Kabupaten Majene dapat menjalankan ibadah dengan lancar, mendapatkan keberkahan selama di Tanah Suci, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat dengan predikat haji yang mabrur. Aamiin Ya Rabbal Alamin,” ucapnya.
Pelepasan jamaah calon haji ini menjadi salah satu momen yang sarat makna bagi masyarakat Majene. Selain sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan ibadah haji, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam mengantarkan para tamu Allah menuju perjalanan suci yang telah lama dinantikan.
Bagi para jamaah, keberangkatan ke Tanah Suci merupakan puncak dari penantian panjang yang penuh kesabaran dan harapan. Banyak di antara mereka yang telah menunggu bertahun-tahun untuk memperoleh kesempatan menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Dengan iringan doa dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah, sembilan Jamaah Calon Haji asal Kabupaten Majene pun memulai perjalanan spiritual mereka menuju Baitullah. Harapan besar pun mengiringi langkah mereka, agar dapat kembali ke tanah air dengan membawa keberkahan, pengalaman spiritual yang mendalam, serta menyandang predikat Haji Mabrur yang menjadi dambaan setiap umat Islam.













