MAJENE – Aldi, seorang anak asal Dusun Rattelimbong, Desa Salutahongan, Kecamatan Malunda, yang menderita gagal ginjal, mendapat perhatian publik setelah keluarganya terpaksa memulangkannya dari RSUD Mitra Manakarra Mamuju karena keterbatasan biaya.
Meski terdaftar sebagai peserta BPJS, sang ayah memilih membawa pulang Aldi lantaran tidak mampu menanggung biaya pengobatan lanjutan.
Kisah Aldi yang viral di media sosial langsung direspons cepat oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Wakil Gubernur, Salim S Mengga.
Diketahui Wagub langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Salutahongan untuk memastikan bantuan yang dibutuhkan keluarga Aldi segera disalurkan, termasuk kesiapan pengiriman ambulans jika diperlukan untuk rujukan ke Makassar.
Hal ini disampaikan oleh pemdes Salutahogan, Mansur ia juga telah berkomitmen memantau kondisi Aldi secara langsung.
“Kami siap memfasilitasi kebutuhan keluarga, dan terus berkoordinasi agar Aldi mendapatkan pengobatan secara layak,” kata Mansur saat dikonfirmasi via telepon Rabu (4/6/2025).
Selain itu, bantuan nyata juga datang dari lembaga sosial Peduli “Luluare Ta” yang digagas oleh Tasman.
Melalui aksi solidaritas dan donasi terbuka, Tasman berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 13 juta. Dana tersebut telah diserahkan langsung kepada orangtua Aldi sebagai bentuk dukungan untuk proses pengobatan sang anak.
“Kami sudah menyerahkan Rp13 juta lebih hasil donasi kepada keluarga Aldi. Ini murni dari masyarakat yang peduli. Namun, kami belum berhenti di sini. Penggalangan dana masih terus berlangsung karena pengobatan Aldi tentu membutuhkan biaya yang besar,” ujar Tasman kepada wartawan.
Menurutnya aksi cepat dari berbagai pihak baik pemerintah, desa, maupun masyarakat sipil memberikan harapan baru bagi Aldi dan keluarganya.














