Majene – Upaya memperkuat kapasitas aparatur pemerintahan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Majene. Salah satunya melalui kegiatan Belajar Bersama Pegawai Lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Majene yang digelar secara rutin setiap pekan sebagai wadah peningkatan pemahaman, koordinasi, serta penguatan tugas dan fungsi organisasi.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa (19/5/2026), dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, H. Ardiansyah, S.STP, didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andi Ahmad Irdan Tonra, S.E., M.Si, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Majene, Irhamniah Muis Mandra, S.E., M.AP.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala bagian, kepala subbagian, pejabat fungsional, serta seluruh pegawai lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Majene yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Program Belajar Bersama merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa setelah pelaksanaan apel pagi. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana berbagi pengetahuan dan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Majene.
Pada kesempatan kali ini, materi disampaikan oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, dengan penanggung jawab kegiatan Kepala Sub Bagian Protokoler, Imam Akhmad Zulkarnain Mahmuda, S.Pi., S.E., M.M., beserta jajarannya.
Dalam pemaparannya, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan menjelaskan berbagai tugas strategis yang dijalankan dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan daerah, mulai dari pengaturan kegiatan keprotokolan pimpinan daerah, penyusunan agenda kerja kepala daerah, pengelolaan komunikasi pimpinan, hingga koordinasi pelaksanaan berbagai kegiatan resmi pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, H. Ardiansyah, dalam arahannya menegaskan bahwa pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi setiap bagian merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah.
Menurutnya, kompleksitas tugas pemerintahan saat ini menuntut setiap aparatur tidak hanya memahami pekerjaan di unit kerjanya masing-masing, tetapi juga memiliki wawasan yang luas mengenai fungsi dan peran bagian lain dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Melalui kegiatan belajar bersama ini, kita ingin membangun pemahaman yang utuh tentang bagaimana setiap bagian bekerja dan saling mendukung. Dengan memahami tupoksi masing-masing, koordinasi akan semakin baik, komunikasi lebih efektif, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi agenda rutin atau kewajiban administratif semata, melainkan bagian dari strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia aparatur pemerintah.
Menurutnya, ASN yang memahami struktur organisasi, tugas, fungsi, dan tanggung jawab setiap unit kerja akan lebih mudah berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai program dan kegiatan pemerintahan.
“Setiap pegawai harus memahami bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh satu bagian saja. Semua unsur memiliki peran penting yang saling berkaitan. Karena itu, pemahaman lintas bidang menjadi sangat penting dalam menciptakan birokrasi yang efektif dan profesional,” katanya.
Kegiatan belajar bersama ini juga menjadi ruang diskusi yang konstruktif bagi para pegawai. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai tugas, mekanisme kerja, serta tantangan yang dihadapi masing-masing bagian dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Suasana interaktif yang terbangun selama kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta untuk memahami lebih jauh peran dan fungsi setiap unit kerja. Berbagai pertanyaan dan masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antarbagian di lingkungan Sekretariat Daerah.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andi Ahmad Irdan Tonra, menilai kegiatan tersebut sangat penting dalam menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan birokrasi. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur harus dilakukan secara terus-menerus agar mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Irhamniah Muis Mandra, menekankan pentingnya membangun pola kerja kolaboratif dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah. Ia berharap kegiatan belajar bersama dapat menjadi media untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penyelesaian berbagai tugas pemerintahan.
Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang semakin berkembang, kegiatan semacam ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam membentuk aparatur yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.
Selain meningkatkan pemahaman terhadap tupoksi, kegiatan belajar bersama juga menjadi sarana mempererat hubungan kerja antarpegawai serta membangun budaya organisasi yang lebih terbuka, komunikatif, dan inovatif.
Pemerintah Kabupaten Majene berharap program ini dapat terus berjalan secara konsisten sehingga mampu melahirkan aparatur yang memiliki kompetensi tinggi, pemahaman organisasi yang kuat, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Belajar Bersama Pegawai Lingkup Sekretariat Daerah ini, Pemerintah Kabupaten Majene kembali menegaskan komitmennya untuk membangun birokrasi yang profesional, kolaboratif, dan berdaya saing. Dengan aparatur yang memahami tugas dan tanggung jawabnya secara menyeluruh, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dalam mewujudkan pembangunan daerah dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.













