MAJENE – Terpilihnya empat kader terbaik Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Majene ke dalam struktur pengurus LMND Eksekutif Wilayah Sulawesi Barat periode 2025–2027 menjadi capaian penting bagi gerakan mahasiswa di daerah.
Empat nama tersebut—Elma Theana AL, Mariam Gunawan, dan Yudi Sadewa—dipandang sebagai representasi kualitas intelektual, komitmen organisasi, serta konsistensi perjuangan yang selama ini dibangun di tingkat kota.
Keterlibatan mereka di tingkat wilayah menunjukkan bahwa proses kaderisasi LMND Majene berjalan secara sistematis dan terarah. Representasi Majene dalam struktur pengurus wilayah juga menandai peningkatan kontribusi daerah terhadap dinamika gerakan mahasiswa Sulawesi Barat, yang terus berkembang dalam merespon isu-isu kerakyatan, demokrasi, dan keadilan sosial.
Masuknya para kader tersebut turut memberikan harapan baru bagi penguatan orientasi ideologis organisasi. Mereka dinilai mampu memperluas jaringan perjuangan, memperdalam analisis strategis, serta memperkuat basis gerakan rakyat yang menjadi fondasi utama LMND dalam setiap lini advokasinya. Langkah ini juga diharapkan mendorong peningkatan kapasitas kader lain di Majene untuk mengambil peran lebih besar di level regional.
Demisioner Ketua LMND Eksekutif Kota Majene periode 2022–2024, Ardian Ma’dika, menyebut keterpilihan tersebut sebagai bukti bahwa proses kaderisasi LMND Majene berjalan pada jalur yang tepat. Menurutnya, capaian ini merupakan refleksi dari kerja panjang organisasi dalam membangun kader yang tidak hanya solid secara pemikiran, tetapi juga matang secara etika perjuangan.
“Ini momentum untuk memperlihatkan bahwa kader Majene tidak hanya siap bekerja di tingkat lokal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi strategis bagi perkembangan organisasi di tingkat wilayah,” ujar Ardian. Ia menegaskan bahwa amanah yang kini diemban para kader harus dijalankan dengan integritas, keberanian intelektual, serta komitmen moral untuk mendorong transformasi sosial yang lebih maju di Sulawesi Barat.
Ardian juga menekankan bahwa tantangan gerakan mahasiswa ke depan menuntut kesiapan kader untuk membaca situasi politik, ekonomi, dan sosial secara lebih tajam. Karena itu, hadirnya kader Majene di struktur wilayah merupakan suntikan energi baru bagi LMND Sulbar dalam menyusun langkah strategis menghadapi dinamika perubahan.
Di sisi lain, LMND Eksekutif Kota Majene melihat penempatan kader di tingkat wilayah sebagai dorongan untuk terus memperkuat kaderisasi internal. Mereka berharap lebih banyak mahasiswa Majene yang mampu menempati ruang-ruang pengambilan keputusan, baik di dalam organisasi maupun dalam lingkup gerakan sosial yang lebih luas.
Dengan capaian ini, LMND Majene menegaskan komitmennya dalam membangun organisasi yang kokoh, progresif, dan relevan dengan kebutuhan perjuangan rakyat. Mereka percaya bahwa keterlibatan kader di tingkat wilayah akan memperkuat garis perjuangan organisasi untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan, demokratis, serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat.














