Majene – Semangat syiar Islam dan kecintaan terhadap Al-Qur’an kembali menggema di Kabupaten Majene. Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Majene, Dr. Andi Rita Mariani, M.Pd., secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Kabupaten Majene Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Mei 2026 tersebut mengusung tema “Penguatan Literasi Al-Qur’an Lewat Kemenag Berdampak Wujudkan Majene Mandiri, Unggul dan Religius.” Tema tersebut menjadi refleksi komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Majene dan Kementerian Agama dalam memperkuat pemahaman, penghayatan, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majene, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Majene, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majene, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Majene, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Majene, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Majene, pengurus PHBI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, peserta MTQ, official, serta tamu undangan lainnya.
Suasana religius begitu terasa sejak awal acara. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di lokasi kegiatan menjadi simbol kuat bahwa MTQ bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang berakhlak, beriman, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Dalam sambutannya, Bupati Majene menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, Kementerian Agama, para peserta, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ XI Tingkat Kabupaten Majene.
Menurutnya, MTQ memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Kegiatan ini merupakan sarana syiar Islam yang bertujuan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman.
“MTQ bukan sekadar lomba. Ini adalah syiar Islam. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk membumikan Al-Qur’an di Tanah Mandar, di Bumi Assamalewuang. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah serta memperkokoh kehidupan masyarakat yang religius dan berbudaya,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan karakter dan spiritual masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan keagamaan seperti MTQ memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten Majene dan Kementerian Agama merupakan faktor penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang unggul, maju, mandiri, berbudaya, dan religius.
“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu menyeimbangkan antara kemajuan material dan kekuatan spiritual. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama harus terus diperkuat agar nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat,” katanya.
Melalui pelaksanaan MTQ ini, Bupati berharap akan lahir generasi-generasi Qur’ani yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu memahami dan mengimplementasikan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberadaan qari, qariah, hafidz, dan hafidzah yang berkualitas sangat penting dalam membangun masyarakat yang beriman, bertakwa, dan memiliki karakter yang kuat. Nilai-nilai Al-Qur’an diyakini mampu menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.
“Yang kita harapkan bukan hanya lahirnya juara MTQ, tetapi lahirnya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Generasi yang mampu mengamalkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Kementerian Agama menyampaikan bahwa MTQ merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi media dakwah dan pendidikan yang efektif dalam menanamkan kecintaan terhadap kitab suci Al-Qur’an.
Pelaksanaan MTQ XI Kabupaten Majene diikuti oleh peserta terbaik dari berbagai kecamatan yang akan berkompetisi dalam sejumlah cabang perlombaan. Para peserta akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membaca, menghafal, memahami, dan menginterpretasikan kandungan Al-Qur’an sesuai dengan bidang yang dilombakan.
Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa MTQ masih menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Majene. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para peserta untuk tampil maksimal dan mengukir prestasi terbaik.
Selain menjadi ajang seleksi untuk menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi, MTQ juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan religius.
Dengan mengusung semangat penguatan literasi Al-Qur’an, MTQ XI Kabupaten Majene Tahun 2026 diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan umat yang efektif serta melahirkan generasi Qur’ani yang siap menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Majene kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat. Sebab, masyarakat yang religius dan berakhlak mulia merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Majene yang mandiri, unggul, maju, dan sejahtera.













