Dokter Spesialis RSUD Majene Bagikan Tips Menjaga Kesehatan Ginjal Selama Puasa

  • Bagikan

MAJENE – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat di Kabupaten Majene diimbau untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

google.com, pub-7941799445187426, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Majene, dr. Muh. Wahdiyat, Sp.PD, membagikan sejumlah tips penting untuk menjaga kesehatan ginjal agar tetap berfungsi optimal selama menjalani ibadah puasa.

Apalagi, bulan Ramadan merupakan momen yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain meningkatkan ibadah, puasa juga menjadi waktu untuk memperbaiki pola hidup yang lebih sehat. Namun demikian, menjaga kesehatan tubuh, khususnya organ ginjal, menjadi hal yang tidak boleh diabaikan selama menjalani puasa.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Majene, dr. Muh. Wahdiyat, Sp.PD, mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan pola makan, pola minum, serta kebiasaan sehari-hari selama Ramadan. Menurutnya, perubahan pola konsumsi makanan dan cairan saat puasa dapat memengaruhi kerja ginjal jika tidak dikelola dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa ginjal memiliki peran sangat penting dalam tubuh, yakni menyaring darah, mengeluarkan zat sisa metabolisme melalui urine, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal selama berpuasa menjadi bagian penting agar ibadah dapat dijalankan dengan lancar.

“Selama berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam, sehingga masyarakat harus pintar mengatur pola makan dan minum agar tidak terjadi dehidrasi yang dapat memengaruhi fungsi ginjal,” ujar dr. Wahdiyat, Selasa 10 Maret 2026.

Untuk itu, ia membagikan sejumlah tips penting yang dapat dilakukan masyarakat agar kesehatan ginjal tetap terjaga selama bulan Ramadan.

Pertama, memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan mengonsumsi air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur. Pola minum yang dianjurkan adalah dengan membagi konsumsi air secara bertahap agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Kedua, mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka. Menu makanan sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, sayuran, serta buah-buahan yang kaya vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh dan fungsi ginjal.

Ketiga, menghindari makanan yang terlalu asin atau tinggi garam. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah serta membebani kerja ginjal dalam menyaring zat-zat dalam tubuh.

Keempat, membatasi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis. Kadar gula yang tinggi dalam tubuh dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko diabetes, yang merupakan salah satu faktor utama penyebab gangguan ginjal.

Kelima, menghindari konsumsi minuman berkafein secara berlebihan seperti kopi atau teh pekat saat berbuka maupun sahur, karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berpotensi menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Keenam, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang mengandung air dan serat. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, buah dan sayur juga baik untuk menjaga metabolisme tubuh selama puasa.

Ketujuh, tidak menahan buang air kecil terlalu lama. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan ginjal.

Kedelapan, tetap melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau olahraga ringan setelah berbuka puasa. Aktivitas ini dapat membantu menjaga kebugaran tubuh dan melancarkan metabolisme.

Kesembilan, menghindari konsumsi obat-obatan tanpa anjuran dokter, terutama obat penghilang nyeri yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memengaruhi fungsi ginjal.

Kesepuluh, bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan ginjal, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter sebelum menjalankan puasa agar kondisi kesehatannya tetap terpantau dengan baik.

Dr. Wahdiyat berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal selama Ramadan. Dengan menerapkan pola hidup sehat serta memperhatikan asupan makanan dan cairan, puasa tidak hanya menjadi ibadah spiritual tetapi juga membawa manfaat bagi kesehatan tubuh.

“Jika kesehatan ginjal tetap terjaga, maka tubuh akan tetap bugar selama menjalani puasa. Dengan demikian, kita dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih sehat, aman, dan penuh keberkahan,” tutup dr. Muh. Wahdiyat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *