Majene — Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh setiap tanggal 31 Mei dimaknai oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene, Rusdi Hamid, SKM, M.A.R.S., sebagai momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan merupakan investasi paling berharga dalam hidup. Melalui peringatan ini, ia mengajak masyarakat meninjau kembali kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kualitas hidup, terutama konsumsi tembakau.
Rusdi menekankan bahwa dampak rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga oleh orang-orang di sekitarnya melalui paparan asap rokok. Menurutnya, kesadaran tentang risiko tersebut perlu terus dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan di keluarga, sekolah, tempat kerja, fasilitas kesehatan, dan ruang publik.
“Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei merupakan momentum sebagai pengingat bahwa kesehatan adalah investasi paling berharga dalam hidup,” kata Rusdi Hamid.
Dalam keterangannya, Rusdi mengingatkan bahwa kebiasaan merokok memiliki konsekuensi kesehatan yang luas. Selain meningkatkan risiko gangguan pernapasan, konsumsi tembakau juga berkaitan dengan penyakit jantung dan berbagai masalah kesehatan serius lainnya. Ia menilai, paparan asap rokok pada anggota keluarga, anak-anak, dan masyarakat sekitar sering kali luput dari perhatian.
“Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar melalui paparan asap rokok,” ujarnya.
Karena itu, RSUD Majene mendorong pendekatan edukatif yang tidak sekadar melarang, melainkan membantu masyarakat memahami hubungan antara pilihan hidup sehari-hari dan kesehatan jangka panjang. Menurut Rusdi, perubahan perilaku akan lebih efektif jika masyarakat memahami alasan ilmiah dan manfaat praktis di baliknya.
Rusdi menyebut edukasi sebagai pintu masuk utama untuk meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya konsumsi tembakau. Informasi mengenai risiko kesehatan perlu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan menjangkau berbagai kelompok usia.
“Melalui edukasi, kita dapat meningkatkan kesadaran tentang bahaya konsumsi tembakau, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga berbagai risiko kesehatan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, edukasi yang konsisten juga penting untuk mencegah munculnya anggapan bahwa merokok adalah kebiasaan yang tidak berisiko. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih bijak terkait gaya hidup dan kesehatan keluarga.
Dalam momentum HTTS, Rusdi mengajak masyarakat memulai perubahan dari langkah-langkah sederhana yang realistis dilakukan sehari-hari. Misalnya, mengurangi paparan asap rokok di rumah, tidak merokok di dekat anak-anak, atau mulai mencari dukungan untuk berhenti merokok bagi yang ingin menghentikan kebiasaan tersebut.
“Langkah kecil untuk hidup lebih sehat dapat dimulai dari keputusan yang kita ambil hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan besar sering kali berawal dari keputusan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Semakin cepat seseorang mengambil langkah menuju hidup sehat, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Rusdi juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan. Upaya menciptakan ruang yang lebih sehat bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan atau pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi keluarga, komunitas, sekolah, dan tempat kerja.
“Mari bersama membangun lingkungan yang lebih sehat, lebih peduli, dan bebas dari dampak buruk tembakau. Karena masa depan yang lebih baik dimulai dari pilihan hidup yang lebih baik,” tuturnya.
Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Majene diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat kolektif bahwa kualitas hidup masyarakat sangat ditentukan oleh pilihan-pilihan sehari-hari. Bagi RSUD Majene, pesan utama HTTS tahun ini sederhana namun mendasar: menjaga kesehatan hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan generasi berikutnya.













