MAJENE — Suasana khidmat sekaligus penuh semangat mewarnai pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Tahun Akademik 2026/2027.
Pembukaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, yang menjadi pintu masuk resmi bagi ribuan mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya di perguruan tinggi negeri kebanggaan Sulawesi Barat tersebut.
Kegiatan berlangsung dengan melibatkan mahasiswa baru secara luring maupun daring. Momentum tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penyambutan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pimpinan universitas untuk menanamkan nilai, harapan, dan tanggung jawab kepada generasi muda yang akan menjalani kehidupan akademik di lingkungan Unsulbar.
Tahun ini, Unsulbar menerima calon mahasiswa melalui tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.
Antusiasme masyarakat terhadap Unsulbar tercermin dari jumlah peminat yang mencapai 11.934 orang dari ketiga jalur penerimaan tersebut.
Dari jumlah tersebut, tingkat kelulusan berada di kisaran 29 persen, dengan sebanyak 3.464 calon mahasiswa dinyatakan lolos. Sementara itu, sebanyak 2.778 mahasiswa telah melakukan daftar ulang, dan 2.674 mahasiswa tercatat telah melakukan pembayaran.
Angka tersebut menunjukkan tingginya animo generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unsulbar sekaligus menjadi tantangan bagi perguruan tinggi tersebut untuk memastikan mahasiswa yang diterima tidak hanya berhasil masuk kampus, tetapi juga mampu menyelesaikan pendidikan dengan prestasi dan karakter yang baik.
Di hadapan jajaran pimpinan universitas, senat akademik, sivitas akademika, serta mahasiswa baru, Rektor Unsulbar Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil melewati proses seleksi.
Namun, bagi Rektor, keberhasilan mendapatkan kursi sebagai mahasiswa Unsulbar bukanlah garis akhir. Justru, hal tersebut merupakan awal dari perjalanan panjang yang menuntut kesungguhan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Prof. Muhammad Abdy mengingatkan mahasiswa baru agar tidak pernah menganggap ringan kesempatan yang telah mereka dapatkan.
Di balik satu kursi mahasiswa, kata dia, terdapat doa orang tua, pengorbanan keluarga, perjuangan guru, serta kerja keras mahasiswa itu sendiri.
Karena itu, kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi harus dimanfaatkan secara maksimal.
Setidaknya terdapat tiga fondasi utama yang ditekankan Rektor kepada mahasiswa baru. Pertama, belajar dengan sungguh-sungguh.
Mahasiswa diminta menjadikan proses perkuliahan sebagai ruang untuk membangun kompetensi dan memperluas wawasan. Tidak cukup hanya mengejar nilai akademik, mahasiswa juga dituntut mengembangkan kemampuan non-akademik, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dan menciptakan inovasi.
Kedua, membangun karakter dan integritas. Perguruan tinggi, menurut pesan Rektor, tidak boleh hanya melahirkan manusia yang pintar secara akademik.
Lebih jauh dari itu, kampus harus mampu membentuk pribadi yang memiliki moral, etika, tanggung jawab, dan integritas.
Kemampuan akademik tanpa karakter berpotensi kehilangan makna ketika seseorang terjun ke tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa sejak awal harus membiasakan diri bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, menghormati perbedaan, serta menjunjung tinggi etika dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Ketiga, menjadi manusia yang bermanfaat. Pesan ini menjadi salah satu penekanan penting dalam sambutan Rektor.
Mahasiswa tidak seharusnya hanya memikirkan keberhasilan pribadi. Ilmu yang diperoleh selama berada di kampus diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat dan mengambil peran sebagai agen perubahan (agent of change).
Dengan demikian, keberhasilan seorang mahasiswa tidak semata-mata diukur dari gelar akademik yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari seberapa besar ilmu dan kompetensi yang dimilikinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Pembukaan PKKMB Unsulbar 2026 juga diisi dengan orasi ilmiah dan berbagai pembekalan yang diarahkan untuk memperkenalkan kehidupan akademik sekaligus membangun perspektif mahasiswa baru mengenai peran strategis generasi muda.
PKKMB menjadi tahapan penting bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus, sistem pembelajaran, budaya akademik, organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di perguruan tinggi.
Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa.
Sebab, kehidupan perguruan tinggi memiliki karakteristik yang berbeda. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengatur waktu, menentukan prioritas, membangun relasi, mengembangkan potensi, serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri.
Di sisi lain, Unsulbar terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia Sulawesi Barat yang mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun global.
Rangkaian Rapat Senat Terbuka Luar Biasa diawali dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru.
Penyematan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian PKKMB Unsulbar Tahun Akademik 2026/2027 yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Bagi mahasiswa baru, kegiatan tersebut merupakan langkah pertama sebelum mereka benar-benar memasuki dinamika kehidupan kampus.
Di hadapan mereka terbentang perjalanan akademik yang tidak selalu mudah. Akan ada tugas, ujian, penelitian, organisasi, kegiatan sosial, hingga berbagai tantangan yang akan menguji kemampuan dan ketekunan.
Namun, dengan bekal ilmu, karakter, integritas, dan kepedulian sosial, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan masa kuliah bukan sekadar perjalanan menuju selembar ijazah.
Lebih dari itu, masa kuliah diharapkan menjadi proses panjang untuk membentuk manusia yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk memberikan kontribusi nyata.













