Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menorehkan capaian penting dalam dunia pendidikan dengan melepas sebanyak 500 lulusan pada Wisuda Periode Agustus 2026 atau Periode Ketiga Angkatan XXI Tahun Akademik 2026/2027. Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Auditorium Mini Kampus Unsulbar, Sabtu (1/8/2026), dan dipimpin langsung oleh Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si.
Sidang terbuka senat universitas diawali oleh Sekretaris Senat Unsulbar, Nurlaila, S.P., M.Si., sebelum secara resmi dibuka dan dipimpin oleh Rektor. Momentum tersebut menjadi penanda lahirnya ratusan lulusan baru yang siap mengabdikan ilmu pengetahuan di berbagai sektor pembangunan.
Sebanyak 500 lulusan yang dikukuhkan berasal dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Pertanian dan Kehutanan sebanyak 85 orang, Fakultas Ekonomi 115 orang, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Hukum 49 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 9 orang, Fakultas Ilmu Kesehatan 32 orang, Fakultas Teknik 98 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 85 orang, serta Program Pendidikan Profesi Ners sebanyak 26 orang.
Selain jumlah lulusan yang cukup besar, capaian akademik para wisudawan juga menunjukkan hasil yang membanggakan.
Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,70, dengan rata-rata masa studi selama lima tahun. Capaian tersebut mencerminkan kualitas akademik mahasiswa Unsulbar sekaligus menjadi indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten.
Dalam sambutannya, Rektor Unsulbar Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si. mengingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal memasuki dunia yang penuh tantangan dan perubahan.
Menurutnya, perkembangan teknologi, transformasi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga ekonomi hijau telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan beradaptasi.
“Perlu saya tegaskan bahwa keberhasilan Saudara di masa depan ditentukan oleh integritas, karakter, kemampuan belajar sepanjang hayat, kemampuan beradaptasi, kreativitas, kerja sama, dan kepedulian terhadap masyarakat. Dunia tidak hanya mencari orang pintar, melainkan orang yang jujur, bertanggung jawab, dan terus mau belajar,” tegas Prof. Muhammad Abdy.
Ia menambahkan, lulusan Unsulbar harus mampu menjadi pribadi yang siap menghadapi perubahan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menitipkan empat pesan penting kepada seluruh wisudawan. Pertama, menjaga nama baik almamater Universitas Sulawesi Barat di mana pun berada. Kedua, tidak pernah berhenti belajar dan meningkatkan kompetensi meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal. Ketiga, memiliki keberanian menghadapi berbagai tantangan serta perubahan zaman. Keempat, menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat, sebagaimana prinsip bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain.
Prosesi wisuda ini menjadi momentum bersejarah bagi para lulusan yang telah menyelesaikan perjuangan akademiknya. Di balik toga yang dikenakan, tersimpan harapan besar agar para alumni Unsulbar mampu menjadi agen perubahan, membawa inovasi, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya Sulawesi Barat, dan Indonesia pada umumnya.













